INFOTREN.ID - Spanyol akhirnya berhasil mengukir sejarah sebagai juara Piala Dunia 2026, setelah mengalahkan Argentina dalam laga final yang sengit. Pertandingan puncak turnamen sepak bola paling bergengsi itu berlangsung di New Jersey pada Senin (20/7) pagi WIB.
Dalam duel yang memperebutkan supremasi sepak bola dunia, tim Matador sukses menaklukkan tim Tango dengan skor tipis 0-1. Kemenangan ini menjadi bukti dominasi Spanyol di edisi kali ini.
Kekalahan Argentina dalam laga final ini secara tidak langsung mengukuhkan sebuah fenomena yang kerap diperbincangkan dalam dunia sepak bola, yaitu "kutukan juara bertahan". Fenomena ini telah menjadi tren yang konsisten dalam gelaran Piala Dunia.
Sejak Brasil terakhir kali mampu meraih gelar juara secara beruntun pada tahun 1958 dan 1962, belum ada satu tim pun yang berhasil mengulang pencapaian gemilang tersebut. Rentetan kegagalan ini terus berlanjut hingga edisi terbaru.
Perubahan trofi Piala Dunia dari desain Jules Rimet ke trofi yang digunakan saat ini rupanya tidak mampu mematahkan tren negatif tersebut. Sejumlah tim kuat yang berstatus juara bertahan kerap kali nyaris meraih gelar kembali.
Beberapa tim besar seperti Argentina pada Piala Dunia 1990, Brasil pada tahun 1998, dan Prancis pada edisi 2022, sempat berada di ambang sejarah untuk meraih gelar beruntun. Namun, mereka selalu terganjal di babak akhir turnamen.
Kutukan ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim-tim yang berhasil menjuarai Piala Dunia. Upaya untuk mempertahankan gelar juara terbukti menjadi rintangan yang sangat berat.
"Ambisi Argentina untuk mempertahankan gelar juara Piala Dunia harus terkubur dalam-dalam setelah kekalahan ini," demikian dilaporkan oleh HOTNEWS.ID.
Dikutip dari HOTNEWS.ID, "Dalam laga puncak Piala Dunia 2026 yang digelar di New Jersey pada Senin (20/7) pagi WIB, tim Tango takluk dari Spanyol dengan skor tipis 0-1."