JAKARTA,INFOTREN.ID - Apa yang terjadi di ruang rapat DPR RI, Kamis, 9 April 2026, sebenarnya tidak dimulai di Jakarta.

Ia dimulai dari Pantai Kuta.

Beberapa waktu sebelum rapat itu, anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, melakukan kunjungan kerja ke Bali. Di sana, ia melihat langsung kondisi yang selama ini lebih sering muncul sebagai keluhan di media sosial: tumpukan sampah di pesisir.

Bukan sekadar ada. Tapi dominan.

Dalam pengamatannya, jumlah sampah di Pantai Kuta bahkan terasa lebih banyak daripada wisatawan yang datang.

Kesan itulah yang kemudian terbawa ke Senayan.

Dan berubah menjadi pernyataan yang tidak lagi ditahan.

Di hadapan Gubernur Bali, Wayan Koster, Mori membuka dengan kalimat yang langsung memotong suasana:

“Tapi sampahnya keterlaluan, Pak.”