INFOTREN.ID - Gubernur Kalimantan Utara, Bapak Zainal A. Paliwang, secara resmi telah membuka penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 di tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Acara ini menandai dimulainya kompetisi yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan pelajar.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh sembilan sekolah unggulan dari berbagai penjuru Kalimantan Utara. Keikutsertaan mereka merupakan hasil dari seleksi ketat yang sebelumnya telah diikuti oleh 40 peserta, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pemahaman empat pilar kebangsaan.

"Penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI ini merupakan salah satu upaya strategis untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air di kalangan generasi muda," ujar Bapak Zainal A. Paliwang.

Ia menambahkan, "Melalui kompetisi ini, kita berharap dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia."

Sekolah-sekolah yang berhasil lolos ke babak final provinsi ini antara lain SMAN 1 Nunukan, SMAN 3 Tarakan, SMAN 1 Tarakan, SMAN 1 Tanjung Selor, SMAN 1 Sebatik Tengah, SMAN 2 Tarakan, SMAN TU 1 Tana Tidung, SMAN 8 Malinau, dan SMAN 1 Tanjung Palas Timur.

Kompetisi ini diselenggarakan di Provinsi Kalimantan Utara, yang menjadi tuan rumah bagi para siswa terbaik dari berbagai daerah. Pemilihan lokasi di Kaltara ini diharapkan dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di wilayah tersebut.

Pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI 2026 di Kaltara ini berlangsung pada tahun 2026. Tanggal spesifik pembukaan acara ini adalah momen penting yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan kompetisi.

Tujuan utama dari LCC Empat Pilar MPR RI adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pelajar mengenai empat pilar kebangsaan. Hal ini penting agar mereka dapat mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Proses seleksi yang ketat menjadi kunci utama dalam menentukan para peserta yang berhak maju. Dari 40 sekolah yang berpartisipasi dalam tahap awal, hanya sembilan sekolah yang berhasil menunjukkan kualitas terbaiknya.