PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI tengah menjadi sorotan pasar modal setelah merilis laporan keuangan tahun buku 2025. Pergerakan harga saham emiten perbankan plat merah ini terpantau mengalami pelemahan yang cukup signifikan di lantai bursa. Para investor kini mulai mencermati fundamental perusahaan di tengah dinamika ekonomi makro yang menantang saat ini.

Berdasarkan laporan terbaru, laba bersih BBRI tercatat mengalami penyusutan sebesar 5,26 persen sepanjang tahun 2025. Penurunan laba ini secara langsung memberikan sentimen negatif terhadap kepercayaan pelaku pasar dalam jangka pendek. Tekanan jual terlihat meningkat segera setelah angka kinerja tahunan tersebut dipublikasikan secara resmi kepada publik dan pemegang saham.

Faktor utama yang menyeret turunnya laba bersih bank dengan fokus UMKM ini adalah peningkatan alokasi dana pencadangan. Manajemen memutuskan untuk mempertebal cadangan kerugian sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kredit yang mungkin timbul di masa depan. Strategi konservatif ini diambil demi menjaga stabilitas keuangan perusahaan dalam jangka panjang meskipun harus mengorbankan pertumbuhan laba berjalan.

Sejumlah analis pasar modal menilai bahwa langkah peningkatan pencadangan ini sebenarnya merupakan bentuk kehati-hatian manajemen yang patut diapresiasi. Meskipun laba bersih terkontraksi, rasio kecukupan modal dan likuiditas bank dinilai masih berada pada level yang sangat sehat. Kondisi fundamental yang kokoh diharapkan mampu menopang operasional bank di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.

Melemahnya harga saham BBRI pasca rilis laporan keuangan membuka diskusi mengenai valuasi yang kini dianggap lebih menarik bagi investor jangka panjang. Koreksi harga ini seringkali dipandang sebagai peluang emas untuk melakukan akumulasi saham pada harga yang lebih rendah. Namun, para pelaku pasar tetap disarankan untuk terus memperhatikan volume transaksi dan arah kebijakan moneter yang akan diambil pemerintah.

Di sisi lain, potensi penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) diprediksi akan menjadi katalis positif bagi sektor perbankan nasional. Jika BI memutuskan untuk memangkas suku bunga, beban bunga bank diharapkan dapat menurun sehingga margin bunga bersih bisa kembali melebar. Momentum ini diyakini akan mampu membalikkan tren negatif saham BBRI dan memicu penguatan harga dalam waktu dekat.

Secara keseluruhan, prospek keuntungan investasi pada saham BBRI masih terbuka lebar dengan mempertimbangkan potensi pemulihan ekonomi nasional. Investor perlu melakukan analisis mendalam serta diversifikasi portofolio untuk memitigasi risiko fluktuasi harga yang mungkin terjadi. Pantauan terhadap kinerja kuartalan selanjutnya akan menjadi kunci utama dalam menentukan strategi investasi yang paling tepat bagi para pemodal.

Sumber: Keuangan.kontan

https://keuangan.kontan.co.id/news/kinerja-saham-bank-bri-bbri-melemah-usai-melaporkan-kinerja-2025