Ketegangan di jalur perdagangan energi dunia kembali memuncak setelah militer Iran melancarkan serangan terhadap kapal pengangkut minyak mentah. Insiden mencekam ini terjadi di kawasan strategis Selat Hormuz yang menjadi urat nadi distribusi minyak global. Serangan tersebut menandai eskalasi baru dalam pengawasan ketat yang diberlakukan oleh otoritas Teheran di wilayah perairan tersebut.
Pihak militer Iran secara resmi memberikan konfirmasi terkait tindakan tegas tersebut pada Minggu (1/3/2026). Mereka menyatakan bahwa langkah militer diambil lantaran kapal tanker itu dianggap mengabaikan instruksi untuk tidak melintasi jalur tersebut. Kebijakan pelarangan melintas ini memang tengah diperketat oleh angkatan bersenjata Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan kobaran api besar yang melahap bagian kapal tanker berbendera Palau itu. Peristiwa kebakaran hebat tersebut terpantau terjadi saat kapal sedang berlayar di sisi utara Pelabuhan Khasab. Visual kerusakan kapal ini memicu kekhawatiran serius bagi keamanan navigasi internasional di sekitar Teluk Oman.
Pusat Keamanan Maritim Oman mengidentifikasi bahwa kapal yang menjadi sasaran serangan tersebut bernama Skylight. Lembaga tersebut terus memantau situasi di lapangan guna memastikan keamanan jalur pelayaran bagi kapal-kapal komersial lainnya. Koordinasi antarnegara di wilayah tersebut kini ditingkatkan untuk merespons ancaman keamanan maritim yang mendadak ini.
Sebanyak 20 orang kru yang berada di atas kapal Skylight dilaporkan telah berhasil dievakuasi dengan selamat. Proses penyelamatan dilakukan sesaat setelah serangan terjadi untuk menghindari timbulnya korban jiwa akibat kebakaran yang meluas. Pihak berwenang Oman memastikan seluruh awak kapal kini berada dalam penanganan yang aman pasca-insiden tersebut.
Iran mengklaim bahwa tindakan penghadangan dan penyerangan ini merupakan bentuk penegakan kedaulatan di wilayah perairan Selat Hormuz. Pelanggaran terhadap perintah militer menjadi alasan utama yang melatarbelakangi penggunaan kekuatan bersenjata terhadap kapal sipil tersebut. Hal ini memberikan sinyal keras bagi perusahaan pelayaran internasional yang beroperasi di kawasan sensitif itu.
Hingga saat ini, komunitas internasional masih memantau dampak lanjutan dari serangan terhadap stabilitas pasokan minyak dunia. Situasi di Selat Hormuz diperkirakan akan tetap mencekam seiring dengan ketatnya pengawasan dari militer Iran. Para pelaku industri maritim kini diimbau untuk lebih waspada dan mematuhi protokol keamanan saat melintasi zona konflik tersebut.
Sumber: Cnnindonesia

