INFOTREN.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan pernyataan tegas mengenai dinamika kekuatan di kawasan Timur Tengah saat ini. Ia secara eksplisit mengecam perilaku regional Iran yang selama ini dianggapnya sebagai "bully" yang mengganggu stabilitas kawasan.

Trump mengklaim bahwa dampak dari operasi militer yang dilancarkan oleh Washington telah berhasil menurunkan secara signifikan pengaruh yang dimiliki oleh Teheran di Timur Tengah. Klaim ini disampaikan dalam sebuah forum internasional mengenai investasi dan bisnis.

Secara spesifik, operasi militer yang dimaksud merupakan respons gabungan antara Amerika Serikat dan sekutunya, Israel. Tindakan militer skala besar ini dilaporkan telah dilancarkan sejak tanggal 28 Februari lalu, memicu respons balasan dari pihak Iran.

Teheran merespons serangan gabungan tersebut dengan melancarkan serangkaian serangan balasan yang cukup masif. Serangan balasan Iran ini melibatkan penggunaan rudal dan drone yang diarahkan pada target-target strategis di Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi basis aset militer AS.

Saat menyampaikan pandangannya, Trump memberikan penekanan kuat mengenai perubahan status Iran di mata dunia regional. Ia menegaskan bahwa citra negatif Iran selama beberapa dekade kini mulai terkikis.

"Selama 47 tahun, Iran dikenal sebagai bully di Timur Tengah, tetapi mereka bukan lagi bully. Mereka sedang dalam pelarian," kata Trump.

Pernyataan provokatif tersebut disampaikan oleh Trump ketika ia tengah berpidato di hadapan para peserta forum Future Investment Initiative (FII). Forum bisnis bergengsi ini diselenggarakan di Miami, Florida, AS.

Informasi mengenai pidato dan klaim Trump ini kemudian menyebar luas dan dikonfirmasi oleh berbagai media internasional. Semua keterangan ini dilansir dari Anadolu Agency, pada hari Sabtu, 28 Maret 2026.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.