INFOTREN.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah adanya klaim serangan militer Amerika Serikat terhadap Pulau Kharg, jantung ekspor minyak Iran. Namun, media yang terafiliasi dengan pemerintah Iran segera memberikan bantahan keras mengenai dampak serangan tersebut.

Kantor berita Fars, yang memiliki kedekatan dengan otoritas Teheran, secara eksplisit menyatakan bahwa tidak ada kerusakan signifikan pada infrastruktur minyak vital di Pulau Kharg akibat gempuran yang terjadi pada Jumat (13/3) malam.

Serangan yang disebut-sebut sebagai salah satu yang paling dahsyat di kawasan itu dilaporkan melibatkan lebih dari 15 ledakan. Asap tebal terlihat membubung tinggi setelah sasaran utama adalah pertahanan militer, termasuk Pangkalan Laut Joshen, menara kontrol bandara, dan hanggar helikopter.

Klarifikasi dari pihak Iran ini muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan tegas mengenai cakupan operasi militer mereka pada Jumat malam waktu setempat.

"Komando Pusat Amerika Serikat melancarkan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, dan benar-benar menghancurkan setiap target MILITER di permata mahkota Iran, Pulau Kharg," kata Trump melalui Truth Social.

Trump mengindikasikan bahwa langkah agresif ini bertujuan untuk menjadikan Pulau Kharg sebagai "sandera" guna memastikan Iran tidak mengambil langkah drastis menutup jalur pelayaran krusial di Selat Hormuz.

Pulau Kharg memegang peranan sangat sentral, diketahui menangani sekitar 90 persen dari total seluruh ekspor minyak mentah yang dilakukan oleh Republik Islam Iran. Sebelum insiden ini, Kharg relatif berhasil terhindar dari dampak langsung selama dua minggu pertama konflik.

Ancaman serangan balasan dari Iran kini menggantung di udara, dengan fokus spesifik pada fasilitas energi dan minyak milik Amerika Serikat atau perusahaan yang bekerja sama dengan Washington di kawasan tersebut.

Pernyataan ancaman balasan tersebut, dilansir dari kantor berita resmi Iran pada Sabtu (14/3) pagi waktu setempat, diklaim berasal langsung dari markas komando militer Khatam al-Anbiya.