INFOTREN.ID - Tekanan serius kini menerpa pasar aset kripto, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan para investor ritel maupun institusional. Penurunan harga yang berkelanjutan, terutama pada mata uang digital utama seperti Bitcoin, menjadi momok yang menakutkan bagi banyak pelaku pasar.

Fenomena ini dikenal dalam dunia kripto sebagai bear market, yakni sebuah siklus pasar yang ditandai dengan penurunan harga aset secara signifikan dalam periode waktu yang relatif panjang. Berbeda dengan koreksi pasar singkat, bear market bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan lebih dari setahun, diselimuti oleh sentimen negatif yang masif.

Secara umum, fase bear market sering kali terjadi setelah periode reli panjang dan pencapaian rekor harga tertinggi atau all time high (ATH). Kondisi ini diperburuk oleh faktor eksternal seperti ketidakpastian makroekonomi global, perubahan kebijakan moneter bank sentral, atau gejolak geopolitik yang semakin memperkuat tekanan jual.

Bagi investor pemula, kondisi pasar yang lesu ini seringkali memicu kepanikan, mendorong mereka mengambil keputusan emosional yang justru merugikan portofolio mereka. Namun, bagi investor yang lebih berpengalaman, situasi ini dilihat sebagai kesempatan emas untuk mengakumulasi aset dengan harga diskon.

Dilansir dari IDN Times, Pintu Academy telah merangkum lima strategi krusial yang dapat diterapkan investor untuk menghadapi tekanan pasar yang sedang berlangsung.

"Saat harga turun lebih dari 20 persen, kebanyakan investor yang baru masuk kripto langsung mengalami kepanikan dan menjual semua aset mereka," ujar seorang analis pasar, menyoroti reaksi umum investor baru. Investor yang sudah melewati siklus pasar sebelumnya cenderung memiliki perspektif berbeda, menganggap bear market sebagai waktu ideal untuk mengumpulkan aset yang dinilai undervalue.

Salah satu langkah awal yang disarankan adalah menyusun daftar pantau (watchlist) aset yang fundamentalnya kuat dan prospektif untuk jangka panjang. Setelah itu, investor harus menetapkan target harga beli yang terencana berdasarkan analisis yang matang.

"Salah satu pendekatannya adalah mengidentifikasi area support historis sebagai zona pembelian aset, sehingga keputusan beli sudah terencana sebelum harga benar-benar sampai di sana," jelas sumber tersebut mengenai perencanaan pembelian strategis. Prioritas utama saat bear market adalah menjaga modal agar tidak habis terkikis oleh volatilitas dan menghindari godaan untuk mengalokasikan seluruh dana dalam satu transaksi besar.

Strategi akumulasi yang terbukti paling efektif untuk investor jangka panjang dalam kondisi ini adalah Dollar-Cost Averaging (DCA), yakni membeli aset secara rutin dengan nominal tetap tanpa mempedulikan harga pasar saat itu.