INFOTREN.ID - Pasar aset kripto global kini tengah menghadapi guncangan hebat yang ditandai dengan koreksi harga yang cukup signifikan pada berbagai mata uang digital utama. Kondisi pasar yang mendadak bergejolak ini menunjukkan betapa sensitifnya sektor ini terhadap dinamika makroekonomi dan politik internasional.
Aktor utama yang disinyalir menjadi pemicu utama anjloknya harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana adalah eskalasi ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Konflik yang memanas sering kali mendorong investor untuk mencari aset yang dianggap lebih aman (safe haven).
Selain faktor Timur Tengah, sentimen kebijakan moneter dari Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), juga memberikan tekanan jual yang substansial. Isu suku bunga dan arah kebijakan likuiditas selalu menjadi perhatian utama para pelaku pasar kripto.
Kombinasi dari ketidakpastian politik global dan arah kebijakan The Fed menciptakan badai sempurna yang mendorong volatilitas harga aset kripto ke level yang ekstrem. Para analis mencatat bahwa sentimen negatif dari kedua faktor ini saling memperkuat.
"Pasar kripto global bergejolak parah," ujar seorang analis pasar yang enggan disebutkan namanya, menggarisbawahi kedalaman koreksi yang terjadi pada Bitcoin dan koin-koin besar lainnya.
Lebih lanjut, analis tersebut menyebutkan bahwa korelasi antara risiko geopolitik dan pergerakan harga aset digital semakin terlihat jelas belakangan ini. Ini menunjukkan bahwa kripto mulai diperdagangkan layaknya aset berisiko tinggi lainnya.
"Geopolitik dan sentimen The Fed jadi biang kerok anjloknya harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana," tegas analis tersebut, merangkum dua narasi besar yang mendominasi pergerakan pasar saat ini.
Kondisi ini memaksa para investor ritel dan institusional untuk meninjau kembali strategi alokasi aset mereka di tengah ketidakpastian yang membayangi prospek ekonomi global ke depan.