INFOTREN.ID - PT Brantas Abipraya (Persero) kembali membuka pintu bagi para talenta digital yang ingin berkontribusi di sektor konstruksi nasional. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sedang mencari kandidat yang tepat untuk mengisi posisi strategis sebagai Odoo Developer.
Rekrutmen ini resmi diumumkan pada Jumat, 15 Mei 2026, dengan proses pendaftaran yang dilakukan sepenuhnya secara daring. Para pelamar diharapkan segera mempersiapkan berkas karena batas waktu pendaftaran akan berakhir pada Minggu, 17 Mei 2026.
Peran utama yang akan diemban oleh kandidat terpilih adalah mengembangkan serta melakukan kustomisasi pada berbagai modul Odoo. Langkah ini bertujuan untuk memastikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berjalan optimal sesuai kebutuhan internal perusahaan.
"WE’RE HIRING ODOO DEVELOPER! Ngoding bukan sekadar kerjaan, tapi passion kamu? Suka utak-atik sistem ERP sampai benar-benar 'jalan sesuai maunya user'? Sepertinya kita lagi cari kamu," tulis akun Instagram @brantasabipraya.
Calon pelamar setidaknya harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S1 di bidang Teknik Informatika, Sistem Informasi, atau jurusan lain yang relevan. Persyaratan ini menjadi fondasi dasar bagi perusahaan untuk menjaring tenaga ahli yang kompeten di bidangnya.
Selain aspek pendidikan, perusahaan mensyaratkan adanya pengalaman kerja nyata minimal selama dua tahun sebagai Odoo Developer. Informasi mengenai kualifikasi pengalaman ini sebagaimana dikutip dari money.kompas.com.
Penguasaan teknis menjadi poin krusial, di mana kandidat diwajibkan mahir menggunakan bahasa pemrograman Python dan memahami framework Odoo. Kemampuan mengelola PostgreSQL, SQL, serta integrasi sistem melalui REST API dan version control Git juga menjadi syarat mutlak.
Brantas Abipraya juga memberikan apresiasi lebih bagi pelamar yang berpengalaman dalam proses migrasi versi Odoo serta penggunaan JavaScript dan XML. Keahlian tambahan dalam melakukan deployment pada lingkungan sistem operasi Linux atau Ubuntu akan menjadi nilai keunggulan tersendiri.
Tugas harian posisi ini nantinya mencakup aktivitas pengujian sistem, perbaikan bug, hingga pemeliharaan berkala untuk menjaga stabilitas operasional. Hal tersebut dilakukan demi menjamin keberlanjutan fungsi ERP yang mendukung performa bisnis perusahaan, dikutip dari metrotvnews.com.