INFOTREN.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah mempersiapkan pembukaan program unggulan MagangHub gelombang keempat yang dijadwalkan akan dimulai pada Juli 2026 mendatang. Persiapan ini dilakukan menyusul berakhirnya periode pemagangan pada gelombang ketiga yang akan rampung di pertengahan Juni 2026.
Program pemagangan resmi yang diselenggarakan pemerintah ini menjadi momen penting bagi para pencari kerja, khususnya bagi lulusan baru perguruan tinggi. Diketahui bahwa pendaftaran pada program ini secara spesifik diperuntukkan bagi mereka yang telah menyelesaikan studi dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Untuk menghadapi permintaan yang tinggi, Kemnaker mengusulkan peningkatan kuota peserta secara masif pada batch keempat ini. Instansi pemerintah tersebut tengah berupaya keras untuk menambah kapasitas daya tampung peserta yang tersedia.
"Untuk tahun ini kami sudah mengajukan ke Presiden dan sedang proses di Setneg untuk pembiayaan. Target 150 ribu peserta dan semoga bisa berjalan, paling tidak di Juli sudah mulai proses," ujar Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kustandi.
Calon peserta yang sebelumnya belum berhasil lolos dalam seleksi gelombang sebelumnya diimbau untuk segera menyiapkan seluruh berkas administrasi yang diperlukan. Langkah proaktif ini penting guna memastikan kelancaran proses registrasi saat pembukaan resmi dibuka nanti.
Program MagangHub Kemnaker ini pertama kali diluncurkan sebagai sebuah platform digital yang berfungsi untuk mengelola Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi pada tahun 2025. Pada tahap awal pelaksanaannya di batch pertama, pemerintah menetapkan target kuota awal sebanyak 20.000 peserta.
Melalui inisiatif ini, lulusan baru diberikan kesempatan emas untuk menjembatani transisi dari lingkungan akademik menuju dunia kerja profesional yang sesungguhnya. Peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari para mentor industri yang memiliki pengalaman luas di bidang masing-masing.
Selain penguatan kompetensi teknis, program pemagangan nasional ini juga memberikan jaminan uang saku bulanan yang setara dengan standar Upah Minimum Provinsi (UMP). Keuntungan tambahan lainnya termasuk kesempatan membangun jejaring profesional dan membuka peluang karir yang lebih luas.
Berdasarkan ketentuan yang telah berlaku pada periode sebelumnya, proses seleksi menerapkan kriteria yang cukup ketat bagi para peminat yang ingin bergabung. Pendaftaran hanya dapat diikuti oleh pelamar yang benar-benar memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh kementerian.