INFOTREN.ID - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera (Balai Dalkarhut Sumatera), Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan, memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera.
Personel Manggala Agni diterjunkan ke Aceh, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, serta patroli pencegahan agar kebakaran dapat dikendalikan dan api tidak kembali muncul.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa Manggala Agni memiliki peran penting dalam pengendalian karhutla di tingkat tapak.
“Manggala Agni bekerja di garis depan pengendalian karhutla. Mereka hadir bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, KPH, dan masyarakat untuk memastikan api tidak meluas dan risiko asap dapat ditekan,” ungkap Dwi Januanto dalam siaran pers Kemenhut, 4 Juni 2026.
“Tetapi pencegahan karhutla tidak bisa hanya bertumpu pada petugas pemadam. Kuncinya tetap kewaspadaan bersama, tidak membuka lahan dengan api, dan segera melaporkan tanda-tanda kebakaran sejak awal,” tambahnya.

Kementerian Kehutanan melalui Balai Dalkarhut Sumatera dan Dirjen Gakkum memperkuat operasi pemadaman karhutla di wilayah Sumatera. foto: Kemenhut
Respons cepat dilakukan terhadap kejadian karhutla di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, khususnya di Desa Kayee Unou, Kecamatan Darul Makmur, dan Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.
Balai Dalkarhut Sumatera mengerahkan personel Manggala Agni Daops Sumatera I Sibolangit untuk melakukan pemadaman intensif bersama BPBD Kabupaten Nagan Raya, TNI, Polri, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Aceh Barat.
Penanganan dilakukan dengan perhatian khusus karena lokasi berada pada wilayah gambut dengan vegetasi yang mudah terbakar.