INFOTREN.ID - Kisah mengejutkan datang dari Aubrey Hasley, seorang wanita muda berusia 22 tahun, yang harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami serangan stroke. Peristiwa ini bermula dari gejala awal yang sempat diabaikan dan dikira sebagai migrain biasa.
Menurut informasi yang berkembang, Aubrey mengalami gejala awal berupa telinga berdenging keras saat sedang beraktivitas di rumah. Gangguan pendengaran mendadak ini dirasakan sangat mengganggu olehnya.
Bunyi berdenging tersebut digambarkan memiliki resonansi suara yang sangat tinggi, mirip dengan gangguan pada sistem pengeras suara. "Saya menggambarkannya seperti ketika mikrofon terlalu dekat dengan pembicara dan menimbulkan suara getaran," tambah Hasley.
Kondisi Aubrey kemudian memburuk dengan munculnya rasa pusing yang parah dan sensasi ruangan terasa berputar di sekelilingnya. "Sulit untuk mengabaikannya. Itu membuatku takut selama beberapa detik," kata Hasley mengenai gangguan pendengarannya.
Meskipun bekerja paruh waktu di lingkungan rumah sakit dan menyadari tanda-tanda klinis tersebut, Aubrey enggan mencari pertolongan medis segera. Ia merasa bahwa kondisi tersebut tidak mungkin terjadi pada orang muda.
"Saya tidak menyadari bahwa hal itu bisa terjadi pada orang muda dan saya tidak ingin bersikap dramatis," kata Hasley, menjelaskan alasannya menunda pemeriksaan medis.
Dampak serangan stroke tersebut kemudian memanifestasikan gejala fisik yang lebih berat, termasuk wajah terkulai, kesulitan bicara, gangguan penglihatan ganda, dan kesulitan berjalan. "Saya memejamkan mata hampir sepanjang hari karena jika saya membukanya, saya langsung merasa mual," kata Hasley.
Kondisi kritis ini mendorong ibu korban untuk segera membawanya ke Endeavor Health Northwest Community Hospital untuk mendapatkan penanganan darurat dari tim medis. Di sana, tim dokter mengonfirmasi bahwa Aubrey mengalami stroke.
"Mereka menyuruh saya membaca dan melakukan berbagai hal dengan tangan dan kaki saya, yang saat itu tidak bisa saya lakukan," kata Hasley. "Dan itulah yang mereka katakan kepada saya bahwa itu adalah stroke."