INFOTREN.ID - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, secara langsung memimpin sebuah apel besar yang melibatkan elemen masyarakat sipil, khususnya pengemudi ojek online (ojol) dan perwakilan buruh. Acara ini merupakan penegasan komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan keamanan.

Apel akbar tersebut diberi tema unik, yakni 'Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae', dan diselenggarakan di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kegiatan ini menunjukkan upaya Polri dalam merangkul elemen komunitas yang memiliki mobilitas tinggi di masyarakat.

Momentum penting ini berlangsung pada hari Minggu, tepatnya tanggal 8 Maret 2026. Lokasi pelaksanaan acara bertempat di kompleks Stadion Bumi Sriwijaya, menjadi saksi pertemuan antara aparat penegak hukum dan perwakilan pekerja.

Rangkaian acara resmi dimulai dengan penghormatan tertinggi kepada negara melalui penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sesi formal ini menegaskan rasa nasionalisme sebelum masuk ke inti kegiatan kemitraan.

Setelah seremoni pembukaan, prosesi dilanjutkan dengan penyampaian laporan resmi kepada pimpinan tertinggi kepolisian. Komandan apel bertugas melaporkan kesiapan pasukan dan elemen masyarakat yang hadir kepada Kapolri selaku inspektur utama.

Puncak acara adalah saat perwakilan pengemudi ojol dan buruh kamtibmas menyampaikan sebuah deklarasi resmi. Deklarasi ini secara eksplisit memuat komitmen kolektif untuk mendukung penuh upaya Polri dalam memelihara keamanan.

"Pengemudi ojol dan buruh menyatakan komitmen bersama untuk mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)," demikian poin utama yang disampaikan dalam deklarasi tersebut.

Deklarasi yang dibacakan oleh perwakilan komunitas tersebut ternyata terdiri dari tiga poin utama yang menggarisbawahi fokus kolaborasi mereka ke depan. Meskipun isi detailnya tidak disebutkan, poin-poin tersebut mengikat janji kerja sama.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kapolri ini secara signifikan memperkuat sinergi antara kepolisian dengan sektor informal dan pekerja di wilayah Sumatera Selatan. Ini adalah langkah proaktif dalam menjaga iklim investasi dan sosial yang kondusif.