INFOTREN.ID - Pengumuman gencatan senjata di Lebanon oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memicu kemarahan di kalangan kabinet Israel. Hal ini disebabkan karena Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu hanya memberitahukan tentang gencatan senjata tersebut kepada jajaran kabinet keamanannya via telepon, tanpa menggelar voting seperti biasanya.
Situasi ini menyebabkan ketidakpuasan di kalangan menteri-menteri Israel, karena mereka merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang penting. Informasi tentang gencatan senjata ini diberikan oleh Netanyahu kepada jajaran kabinet keamanan Israel melalui panggilan telepon yang singkat, hanya beberapa menit saja.
"Netanyahu hanya memberikan informasi tentang keputusan tersebut kepada para menteri" kata seorang sumber, dilansir dari Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Jumat (17/4/2026). Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana proses pengambilan keputusan yang sebenarnya terjadi di dalam kabinet Israel.
Menurut laporan media lokal Israel, Yedioth Ahronoth, panggilan telepon Netanyahu kepada jajaran kabinet keamanan Israel itu berlangsung hanya beberapa menit saja, dan terbatas pada pemberian informasi kepada para menteri tentang keputusan tersebut. "Panggilan telepon tersebut berlangsung singkat" ujar Yedioth Ahronoth.
Kemarahan kabinet Israel atas pengumuman gencatan senjata oleh Trump ini menunjukkan adanya ketegangan dalam hubungan antara Israel dan AS. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kedua negara akan berinteraksi di masa depan, terutama dalam hal keamanan dan politik.
Sementara itu, Netanyahu masih belum memberikan komentar secara resmi tentang pengumuman gencatan senjata di Lebanon oleh Trump. Namun, kemarahan kabinet Israel atas hal ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam hubungan antara kedua negara.
Pengumuman gencatan senjata di Lebanon oleh Trump ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana hal ini akan mempengaruhi situasi keamanan di daerah tersebut. Apakah gencatan senjata ini akan berhasil dalam jangka panjang, ataukah akan ada konflik baru yang muncul?
Dilansir dari Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Jumat (17/4/2026), situasi keamanan di Lebanon masih belum stabil. Oleh karena itu, pengumuman gencatan senjata oleh Trump ini perlu diawasi dengan seksama untuk memastikan bahwa hal ini tidak akan memicu konflik baru di daerah tersebut.