INFOTREN.ID - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Jakarta International Halal Market (JIHM) 2026 di kawasan Jalan Imam Bonjol–Bundaran HI, Jakarta, Sabtu, 19 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian IMT-GT Regional Halal Forum 2026 dan menjadi momentum memperkuat kolaborasi nasional, regional, dan internasional dalam mendukung implementasi kewajiban sertifikasi halal yang akan berlaku pada Oktober 2026.
Hal ini juga memperkuat ekosistem halal yang inklusif, terintegrasi, dan berdaya saing. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan negara anggota Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), perwakilan kedutaan besar negara anggota, atase perdagangan, serta para pemangku kepentingan sektor halal dari dalam dan luar negeri.
Dalam kegiatan itu, komitmen menuju implementasi kewajiban sertifikasi halal Oktober 2026 ditegaskan melalui deklarasi bersama berupa penandatanganan banner dukungan oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) halal dari dalam dan luar negeri.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BPJPH dilanjutkan oleh para delegasi IMT GT dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, serta para perwakilan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Pendamping Proses Produk Halal (P3H), Auditor Halal, pelaku usaha, serta masyarakat umum.
Deklarasi bersama tersebut mencerminkan semangat kolaborasi lintas negara dan lintas pemangku kepentingan dalam memperkuat penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, mendorong harmonisasi ekosistem halal, sekaligus meningkatkan daya saing produk halal di tingkat regional maupun global.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menekankan bahwa penguatan kolaborasi, baik di tingkat daerah, nasional, regional, maupun internasional, merupakan faktor kunci dalam mengoptimalkan sektor produk halal sebagai kekuatan ekonomi bersama.

BPJPH menggelar Jakarta International Halal Market 2026 sebagai bagian dari rangkaian IMT-GT Regional Halal Forum 2026 dan mendukung Wajib Halal. foto: BPJPH
Menurutnya, sinergi antarpemerintah, pelaku usaha, lembaga halal, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar ekosistem halal tumbuh semakin inklusif, terintegrasi, dan berdaya saing global.