INFOTREN.ID - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengajak pelaku usaha di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan mempercepat sertifikasi halal menjelang implementasi kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026 mendatang.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku usaha bukan sekadar memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing di tengah pertumbuhan industri halal yang semakin pesat.
"Jangan lagi berpikir untuk menunda (sertifikasi halal). Waktu yang tersisa harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar pelaku usaha siap menghadapi implementasi wajib halal pada Oktober 2026," kata Babe Haikal, sapaan akrab Ahmad Haikal Hasan, saat menjadi keynote speaker pada peringatan HUT ke-42 Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) di Pondok Indah Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Babe Haikal menegaskan sertifikasi halal tidak lagi sekedar kewajiban untuk memenuhi ketentuan regulasi. Lebih dari itu, sertifikasi halal telah menjadi instrumen strategis untuk membangun kepercayaan konsumen, meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun global.
"Ekosistem halal hari ini sudah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Sertifikasi halal jangan dipandang sebagai beban, melainkan (sebagai) strategi untuk memenangkan kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing usaha," lanjut Babe Haikal mengingatkan, dilansir dari siaran pers BPJPH.
Imbauan tersebut sejalan dengan besarnya kontribusi industri halal terhadap perekonomian nasional.
Babe Haikal memaparkan, berdasarkan data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang dimasukkan dalam laporan resmi Kementerian Keuangan, sektor Halal Value Chain (HVC) memberikan kontribusi sebesar 27% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau sekitar Rp4.900 triliun pada Triwulan III tahun 2025.

Kepala BPJPH Babe Haikal mengajak pelaku usaha memanfaatkan waktu yang tersisa dengan mempercepat sertifikasi halal menjelang Wajib Halal Oktober 2026. foto: BPJPH
Hal ini membuktikan bahwa industri halal telah berkembang menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam konteks global, Babe Haikal juga mengingatkan bahwa perkembangan lanskap industri halal global semakin menuntut pelaku usaha Indonesia untuk bergerak lebih cepat.