INFOTREN.ID - Kawasan metropolitan Iran, termasuk ibu kota negara, Teheran, mengalami pemadaman listrik yang signifikan pada hari Minggu, 29 Maret waktu setempat. Gangguan pasokan energi ini diduga kuat merupakan dampak langsung dari serangan udara yang ditujukan pada fasilitas vital negara tersebut.
Serangan yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel ini secara spesifik menargetkan infrastruktur penting dalam sistem kelistrikan Republik Islam Iran. Tindakan militer ini memicu kekacauan energi di beberapa wilayah strategis di seluruh negeri.
Menurut keterangan resmi dari pejabat di Teheran, gempuran yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv tersebut berhasil mengenai beberapa gardu induk listrik utama. Serangan terfokus ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk melumpuhkan sektor energi negara tersebut.
Informasi mengenai dampak serangan ini disampaikan oleh para pejabat Iran kepada media internasional. Mereka mengonfirmasi bahwa serangan tersebut memang menyasar komponen krusial dalam jaringan listrik nasional Iran.
Gangguan pasokan listrik ini segera terasa dampaknya oleh masyarakat luas di beberapa area penting. Media lokal Iran melaporkan bahwa pemadaman terjadi meluas di beberapa distrik yang berada di dalam wilayah Teheran.
Selain ibu kota, wilayah utara Iran juga turut merasakan dampak dari serangan tersebut. Kota Alborz, yang berlokasi di sebelah utara Teheran, juga tercatat mengalami gangguan signifikan dalam ketersediaan listrik.
Lebih lanjut, dampak kerusakan infrastruktur juga meluas ke wilayah barat Teheran. Gangguan pasokan listrik juga dilaporkan terjadi di beberapa bagian distrik Karaj, yang merupakan salah satu pusat industri penting di dekat ibu kota.
Para pejabat Teheran menyampaikan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan agresi yang ditujukan pada infrastruktur sipil. "Gempuran Washington dan Tel Aviv itu mengenai sejumlah gardu induk listrik di wilayah Iran," sebut para pejabat Teheran, dilansir Anadolu Agency, Senin (30/3/2026).
Kondisi kelistrikan yang terganggu ini menjadi sorotan utama media serta analisis politik internasional mengenai eskalasi ketegangan di kawasan tersebut. Kejadian pada Minggu (29/3) ini menandai pukulan telak terhadap stabilitas energi Iran.