INFOTREN.ID - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran tampaknya mereda setelah kedua negara mencapai kesepakatan gencatan senjata yang bersifat sementara. Kesepakatan ini mencakup jeda selama dua minggu dalam aktivitas militer.

Kesepakatan penting ini melibatkan penangguhan sementara operasi pengeboman yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat terhadap wilayah Iran. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya de-eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Pihak Israel, sebagai sekutu dekat Washington, segera memberikan tanggapan resmi atas perkembangan diplomatik mendadak ini. Kantor Perdana Menteri Israel langsung menyatakan sikap mereka mengenai langkah yang diambil oleh Gedung Putih.

Dukungan Israel terfokus pada keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan sementara serangan udara selama periode dua minggu tersebut. Syarat utama dari dukungan ini adalah adanya konsesi signifikan dari Teheran.

Penangguhan serangan AS tersebut secara eksplisit dikaitkan dengan tuntutan agar Iran segera mengambil tindakan konkret terkait salah satu jalur maritim paling krusial di dunia. Jalur tersebut adalah Selat Hormuz.

Selat Hormuz memegang peranan vital dalam rantai pasokan energi global, khususnya untuk distribusi minyak dan gas bumi. Gangguan pada selat ini memiliki dampak langsung pada stabilitas ekonomi internasional.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggarisbawahi kondisi yang harus dipenuhi Iran agar gencatan senjata ini dapat dipertahankan. Pernyataan tersebut menegaskan garis keras Israel terhadap keamanan regional.

"Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan," demikian pernyataan kantor Netanyahu, seperti dilansir AFP, Rabu (8/4/2026).

Pernyataan ini menunjukkan bahwa bagi Israel, pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian total agresi terhadap kepentingan mereka serta sekutu adalah prasyarat mutlak untuk menerima jeda pertempuran.