INFOTREN.ID - Ketegangan diplomatik kembali memuncak setelah Iran mengeluarkan pernyataan tegas mengenai implementasi gencatan senjata terbaru. Pemimpin Teheran secara eksplisit menyatakan bahwa kesepakatan yang telah dicapai harus mencakup semua pihak yang terlibat dalam konflik.

Peringatan keras ini disampaikan langsung oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, ditujukan kepada Amerika Serikat dan Israel. Ia menekankan bahwa tenggat waktu untuk mematuhi kesepakatan tersebut semakin menipis.

Inti dari tuntutan Iran adalah penegasan bahwa Lebanon harus diakui sebagai komponen integral dalam kerangka gencatan senjata yang baru saja disepakati. Otoritas Lebanon tidak boleh dipisahkan dari upaya de-eskalasi regional saat ini.

Ghalibaf secara spesifik mengancam akan adanya reaksi keras jika terjadi upaya untuk mengesampingkan Lebanon atau entitas yang tergabung dalam Poros Perlawanan. Respons tegas dipersiapkan jika syarat utama ini dilanggar.

Pernyataan resmi ini disebarkan melalui akun media sosial X milik Ghalibaf, sebagaimana dilansir dari Press TV, pada hari Jumat (10/4/2026). Tanggal ini menjadi penanda peringatan keras tersebut disampaikan kepada publik internasional.

Dokumen posisi resmi Iran menjadi landasan utama dalam pernyataan keras tersebut. Iran menolak keras adanya distorsi atau upaya penyangkalan terhadap substansi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

"Waktu hampir habis untuk menghormati gencatan senjata yang baru saja disepakati," ujar Mohammad Bagher Ghalibaf, merujuk pada kesepakatan gencatan senjata berdurasi dua minggu yang ditandatangani pada Selasa (7/4).

"Setiap upaya untuk mengecualikan Lebanon, atau Poros Perlawanan, dari gencatan senjata akan mendapatkan respons tegas," tegas Ketua Parlemen Iran tersebut.

Dokumen posisi Iran menggarisbawahi penolakan terhadap interpretasi yang menyimpang dari kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang disepakati pada Selasa (7/4), seperti yang disampaikan melalui media sosial X, dilansir dari Press TV, Jumat (10/4/2026).