INFOTREN.ID - Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penetapan jalur pelayaran alternatif bagi seluruh kapal yang beroperasi melintasi perairan krusial Selat Hormuz. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap peningkatan risiko keamanan maritim di zona perairan tersebut.

Keputusan ini muncul bersamaan dengan adanya kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati, yang membuat perairan tersebut dibuka kembali untuk periode terbatas. Keputusan pembukaan kembali selat tersebut hanya berlaku untuk sementara waktu selama masa gencatan senjata yang telah ditentukan.

Menurut informasi yang dihimpun, Iran menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari gencatan senjata yang disepakati berlaku selama dua minggu ke depan. Hal ini menunjukkan adanya upaya de-eskalasi di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Dilansir AFP, Kamis (9/4/2026), otoritas maritim Iran telah mengeluarkan instruksi tegas kepada semua operator kapal yang hendak melintas di perairan tersebut. Instruksi ini wajib dipatuhi demi menjaga keselamatan navigasi.

Pernyataan resmi dikeluarkan oleh Garda Revolusi Iran, yang menggarisbawahi urgensi untuk menjaga keselamatan pelayaran internasional. Instruksi tersebut menekankan perlunya navigasi yang aman dari potensi ancaman bawah laut.

"Semua kapal yang bermaksud melintasi Selat Hormuz dengan ini diberitahu bahwa untuk mematuhi prinsip-prinsip keselamatan maritim dan untuk terlindungi dari kemungkinan tabrakan dengan ranjau laut... mereka harus mengambil rute alternatif untuk lalu lintas di Selat Hormuz," kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media lokal.

Rute alternatif yang disiapkan ini dirancang secara spesifik untuk mengakomodasi lalu lintas kapal sambil memitigasi risiko yang ditimbulkan oleh ranjau laut yang diduga berada di jalur utama. Hal ini menjadi prioritas utama dalam operasi navigasi sementara.

Langkah proaktif Iran ini menunjukkan keseriusan dalam mengelola risiko keamanan di Selat Hormuz, terutama dalam konteks situasi geopolitik yang sensitif saat ini. Pengalihan rute ini diharapkan dapat meminimalisir insiden yang tidak diinginkan selama masa gencatan senjata.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.