INFOTREN.ID - Pasar modal Indonesia kembali diterpa badai pada hari Kamis, 26 Maret 2026. Setelah sempat menunjukkan perlawanan sehari sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami pelemahan tajam.
Penurunan ini terbilang signifikan, ditutup ambruk hingga mencapai level 1,89% pada akhir sesi perdagangan hari itu. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar domestik maupun internasional.
Pemicu utama dari koreksi tajam IHSG tersebut adalah aksi jual yang dilakukan secara masif oleh investor asing. Mereka tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) dalam volume yang sangat besar.
Angka net sell investor asing tercatat mencapai Rp 20,71 triliun sepanjang hari Kamis tersebut. Angka fantastis ini menunjukkan adanya pergeseran sentimen yang drastis dari investor luar negeri terhadap pasar saham Indonesia.
Investor asing terlihat memilih untuk merealisasikan keuntungan atau memindahkan dana mereka keluar dari bursa saham Tanah Air. Hal ini berimplikasi langsung pada tekanan jual yang mendominasi pergerakan indeks sepanjang hari.
Bagi para analis, data ini menjadi indikator penting mengenai tingkat kepercayaan investor asing terhadap prospek jangka pendek pasar domestik. Daftar saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing menjadi fokus pengawasan pasca-kejadian ini.
Meskipun detail spesifik saham yang paling banyak dilepas tidak disebutkan secara eksplisit dalam ringkasan awal, volume transaksi menunjukkan adanya pergerakan besar pada saham-saham kapitalisasi besar. Investor perlu mencermati saham-saham yang menjadi sasaran aksi jual tersebut.
"Investor asing tercatat net sell Rp 20,71 triliun, cek daftar sahamnya!" menggarisbawahi besarnya tekanan jual yang terjadi pada Kamis (26/3/2026), menegaskan bahwa aksi korporasi asing ini menjadi faktor dominan jatuhnya IHSG, sebagaimana dikutip dari analisis awal pergerakan pasar.
Kondisi pasar yang ambruk 1,89% setelah sehari sebelumnya sempat menguat, menunjukkan volatilitas tinggi yang tengah melanda bursa. Investor domestik kini diharapkan mampu menahan gempuran aksi jual dari investor asing tersebut.