INFOTREN.ID - Pemerintah Indonesia mencatatkan pencapaian signifikan dalam upaya diversifikasi sumber pendanaan negara. Melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Indonesia sukses menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Tiongkok, Yuan, yang dikenal sebagai Panda Bond.
Langkah strategis ini menandai kali pertama Indonesia memanfaatkan instrumen pembiayaan internasional tersebut. Penerbitan Panda Bond perdana ini berhasil mengumpulkan dana sebesar 7 miliar yuan.
Jika dikonversikan ke dalam nilai Rupiah, jumlah tersebut setara dengan Rp18,5 triliun. Perhitungan ini menggunakan nilai tukar Rp2.647 per yuan, menunjukkan besarnya potensi pembiayaan yang dapat diraih dari pasar Tiongkok.
Panda Bond yang diterbitkan oleh Indonesia terdiri dari dua seri dengan jangka waktu yang berbeda. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi investor dalam memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan mereka.
Seri pertama, dengan kode RICNY0729, memiliki nilai penerbitan sebesar 5,6 miliar yuan. Seri ini menawarkan kupon sebesar 1,90 persen kepada para investor.
Jatuh tempo seri pertama ini dijadwalkan pada 30 Juli 2029. Dengan tenor yang cukup panjang, instrumen ini diharapkan dapat memberikan kepastian pendanaan jangka menengah bagi pemerintah.
"Pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, mencatat sejarah baru dengan menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Tiongkok, Yuan," demikian pernyataan yang dirilis.
"Langkah ini menandai pertama kalinya Indonesia menerbitkan instrumen pembiayaan yang dikenal sebagai Panda Bond," lanjut pernyataan tersebut.
"Penerbitan perdana ini berhasil mengumpulkan dana sebesar 7 miliar yuan, yang jika dikonversikan setara dengan Rp18,5 triliun," demikian informasi yang disampaikan.