INFOTREN.ID - Pemerintah India secara resmi mengumumkan rancangan peraturan baru yang akan menyuntikkan bantuan dana atau subsidi besar bagi produsen ponsel pintar di negara tersebut. Langkah strategis ini diambil dalam upaya ambisius India untuk bertransformasi menjadi pusat manufaktur elektronik global yang tangguh, mengurangi ketergantungan historis pada pasar domestik saja.

Skema insentif yang baru dirancang ini menawarkan imbalan finansial signifikan kepada perusahaan-perusahaan besar yang mampu meningkatkan volume ekspor produk mereka ke mancanegara. Selain itu, keuntungan tersebut juga ditentukan oleh sejauh mana mereka mengintegrasikan suku cadang yang diproduksi secara eksklusif di dalam negeri India.

Program baru ini merupakan fase kedua dari skema bantuan produksi, yang memberikan keuntungan lebih substansial bagi perusahaan yang agresif dalam menembus pasar internasional. Kebijakan ini dirancang untuk menggantikan aturan sebelumnya yang akan berakhir pada 31 Maret, di mana fokus utama dukungan pemerintah masih terbatas pada pemenuhan kebutuhan konsumsi domestik India.

Seorang narasumber mengungkapkan bahwa arah kebijakan telah berubah secara drastis. "Rencana baru ini secara jelas mengaitkan keuntungan yang didapat perusahaan dengan jumlah ekspor serta penggunaan suku cadang lokal," ungkap narasumber tersebut, dilansir India Today.

Perubahan paradigma kebijakan ini menandai langkah berani pemerintah India untuk mendefinisikan ulang identitas industrinya, bergerak dari sekadar lokasi perakitan menjadi basis ekspor yang mandiri dan kompetitif. Pejabat India menilai bahwa target pemenuhan kebutuhan ponsel domestik telah tercapai, sehingga momentum kini tepat untuk menguasai pangsa pasar global.

Perusahaan raksasa seperti Apple dan Samsung akan didorong untuk mengalihkan lebih banyak output produksi India mereka ke pasar luar negeri demi mendapatkan potongan pajak atau subsidi tunai dari pemerintah pusat. Tujuan akhirnya adalah memperkuat daya saing India, terutama dalam hal biaya produksi, dibandingkan dengan rival regional seperti Vietnam.

Salah satu pilar utama dari aturan baru ini adalah mandat bagi produsen ponsel untuk meningkatkan porsi komponen yang diproduksi langsung di pabrik-pabrik India. Pemerintah bertekad mengurangi ketergantungan impor berkelanjutan suku cadang vital seperti layar, modul kamera, dan baterai dari pusat manufaktur seperti China atau Taiwan.

Dengan memproduksi komponen inti di dalam negeri, India berharap dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih masif sekaligus menekan biaya akhir ponsel karena efisiensi dari pengurangan biaya logistik suku cadang impor. Perusahaan yang paling proaktif dalam mengadopsi barang buatan lokal akan diprioritaskan untuk menerima alokasi dana bantuan terbesar dari negara.

Upaya penguatan industri komponen ini juga melibatkan pendekatan kolaboratif, mendorong perusahaan teknologi multinasional untuk mendirikan fasilitas produksi komponen di wilayah India. Pemerintah menawarkan berbagai kemudahan, termasuk percepatan perizinan dan penyediaan lahan, bagi investor yang bersedia memindahkan pusat produksi demi melengkapi ekosistem manufaktur di sana.