INFOTREN.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan pekan ini dengan catatan yang kurang memuaskan bagi investor. Pada hari Senin, 16 Maret 2026, indeks utama tersebut kembali parkir di zona merah atau mengalami tren pelemahan signifikan.
Pergerakan IHSG dimulai dengan pembukaan pada level 7.115,451, namun sayangnya, indeks gagal mempertahankan momentum positif tersebut hingga penutupan sesi perdagangan. Tekanan jual yang kuat mendominasi sepanjang hari di lantai bursa nasional.
Data dari RTI Business menunjukkan bahwa IHSG mengakhiri hari di posisi 7.022,288 pada penutupan perdagangan. Angka ini merefleksikan penurunan signifikan sebesar 114,924 poin atau setara dengan pelemahan 1,61 persen dari penutupan sebelumnya.
Selama sesi perdagangan hari itu, IHSG sempat mencapai titik tertinggi di level 7.120,185. Namun, tekanan jual yang konsisten membuat indeks terus tergerus hingga menyentuh level terendah harian di 6.917,322.
Nilai transaksi selama periode tersebut terpantau mencapai angka fantastis, yaitu Rp15,726 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan mencapai 31,580 miliar lembar saham, dengan total frekuensi transaksi mencapai 1.663.937 kali.
Kondisi pasar yang didominasi oleh sentimen negatif terlihat jelas dari perbandingan saham yang bergerak. Sebanyak 542 saham mengalami pelemahan, berbanding terbalik dengan 180 saham yang berhasil menguat, dan sisanya, 98 saham, stagnan.
Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia pada penutupan hari itu tercatat berada di angka Rp12.439,035 triliun. Meskipun mayoritas saham tertekan, beberapa emiten berhasil melawan arus pasar dan mencatatkan lonjakan harga yang patut diperhatikan.
Di tengah pelemahan bursa saham, pergerakan nilai tukar rupiah juga menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan pada akhir perdagangan Senin (16/3/2025). Mata uang Garuda menghadapi tekanan dari mata uang global.
Berdasarkan data dari Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.997 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menambah tekanan pada stabilitas ekonomi domestik pada hari tersebut.

