INFOTREN.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pelemahan ringan pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, terkoreksi tipis sebesar 0,04% atau kehilangan 3,11 poin. IHSG kini berada di level 7.437,81, sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia.
Secara sektoral, mayoritas indeks tercatat berhasil menguat, dengan sektor konsumer non primer, properti, dan energi memimpin kenaikan. Namun, pelemahan signifikan terlihat pada sektor finansial, infrastruktur, dan barang baku yang berada di zona tekanan terdalam.
Dari sisi pergerakan saham, tercatat sebanyak 405 saham berhasil menguat, sementara 270 saham stagnan dan hanya 141 saham yang mengalami penurunan harga. Volume transaksi mencapai 18,32 miliar lembar saham yang difasilitasi melalui 1,09 juta kali frekuensi transaksi senilai total Rp7,67 triliun.
Saham Bank Central Asia (BBCA) menjadi kontributor utama yang menarik indeks ke bawah, menyumbang beban sebesar minus 4,74 indeks poin. Selain BBCA, emiten seperti BREN, ASII, AMMN, dan BRMS juga turut menambah beban pada kinerja IHSG hari ini.
Pasar hari ini berada di bawah pengaruh berbagai sentimen, termasuk agenda penting di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait proses seleksi regulator keuangan. DPR dijadwalkan melaksanakan fit and proper test terhadap calon dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Agenda ini menjadi krusial mengingat jabatan ketua, wakil ketua, dan anggota dewan komisioner OJK telah kosong menyusul pengunduran diri mereka pada akhir Januari 2026. Komisi XI DPR akan segera menggelar uji kelayakan terhadap 10 nama calon yang diajukan Presiden pada hari Rabu, 11 Maret 2026.
"Komisi XI DPR akan langsung menggelar fit and proper test terhadap 10 nama calon yang diajukan Presiden pada hari ini Rabu (11/3/2026) yang sebelumnya terdapat 20 kandidat yang lolos dalam seleksi sebelumnya," demikian kutipan mengenai agenda hari ini.
Keputusan mengenai lima nama terpilih akan segera ditentukan pada hari yang sama, dan pengesahan resminya direncanakan dalam Rapat Paripurna DPR pada hari berikutnya, Kamis (12/3/2026).
Pergerakan pasar kemarin juga dipengaruhi oleh data makroekonomi dari Asia yang mengindikasikan fundamental menguat, beriringan dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi. Fokus investor hari ini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis malam nanti.

