INFOTREN, SAMARINDA- memang kota yang penuh kejutan. Kali ini, bukan soal macetnya yang bikin emosi, tapi soal aroma kopi yang bercampur intrik di sebuah warung sederhana. Bayangkan saja, di tengah hiruk pikuk kota, sekelompok mahasiswa serius berdebat soal nasib gerakan mereka di Kalimantan Timur. Lebih seru dari sinetron! Minggu, (14/09/25).

APPEL (Aliansi Pemuda Peduli Keadilan) Kaltim, yang namanya aja udah kayak band metal, menginisiasi pertemuan ini gara-gara isu panas: pembungkaman Aliansi Mahakam. Katanya sih, ada yang nggak beres di balik layar. Undangan dadakan pun disebar via media sosial, termasuk dua 'pahlawan' kita: infotren dan Lambe Timurr. Tanpa mereka, mungkin diskusi ini cuma jadi obrolan bapak-bapak main catur.

PAM, Koordinator APPEL Kaltim, langsung buka kartu. Dengan nada kecewa, dia nyindir aksi Aliansi Mahakam di depan DPRD Kaltim pada 1 September 2025. Katanya, aksinya mengecewakan rakyat. Waduh!

"Kita turut kecewa Isu yang beredar Cipayung dan perangkat aksi masuk angin. Jika itu benar, gerakan apa lagi yang diperjuangkan jika sudah dibungkam sebelum terjadi gerakan," tegasnya. Sabtu, (14/09/25).

PAM khawatir, kalau beneran ada pembungkaman, gerakan mahasiswa cuma jadi pajangan. Formalitas belaka. Ngeri!

Tapi, tudingan ini langsung dibantah mentah-mentah oleh perwakilan Cipayung Kaltim, termasuk GMNI, PMKRI, dan HMI. Mereka janji bakal usut tuntas kalau ada oknum yang nyatut nama Cipayung dan bikin malu organisasi. Janji lho ya!

Renaldi Saputra, Jendral lapangan aksi, ikut nimbrung kasih klarifikasi. Kayaknya dia nggak mau ikut diseret-seret ke dalam pusaran intrik ini.

"Terkait Baksos dengan Polresta samarinda dalah upaya kita bagiamana 4 kawan yang tersangka tidak mendapat hukuman yang berat. Minimal kita bisa bernegosiasi dan munguoayakan mendapat SP 3, dan untuk isu masuk angin saya tidak terlibat" kata Saputra.

Diskusi panas di warung kopi ini jadi gambaran betapa dinamisnya gerakan mahasiswa di Kaltim. Pertanyaan besarnya sekarang: beneran ada pembungkaman? Atau cuma salah paham yang perlu diluruskan? Ya, namanya juga hidup, kadang kayak kopi: pahit, manis, dan penuh misteri.