INFOTREN.ID - Gerakan menanam mangrove di Pantai Karangsong yang dilakukan oleh para mahasiswa ITB membawa dampak besar. Dari 50 pohon di 2024, kini 300 pohon Ceriop Decandra siap memperbaiki lingkungan.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang kadang mengabaikan alam, ada sekelompok pemuda yang dengan penuh semangat menanam pohon mangrove untuk memperbaiki kondisi lingkungan.

Kisah ini adalah salah satu contoh nyata bagaimana langkah kecil dapat menghasilkan dampak besar, tak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk masa depan kita bersama.

Kisah Inspiratif para mahasiswa ITB (Institut Teknologi Bandung) ini berawal di Pantai Karangsong, Indramayu yang terletak di kawasan pesisir utara Jawa Barat.

Setiap tahun, para aktivis dan pecinta alam berkumpul untuk berkontribusi dalam merestorasi ekosistem pesisir yang terancam.

Tahun lalu, mereka berhasil menanam 50 pohon Rhizopora yang sangat penting bagi pengendalian abrasi dan pelestarian biodiversitas pesisir.

Namun tahun ini, mereka melakukan lonjakan besar dengan menanam lebih dari 300 pohon Ceriop decandra, jenis mangrove yang lebih adaptif terhadap kondisi pesisir yang semakin kritis.

Frederick Rio, Ketua Pelaksana Green Wave, dalam laman resmi ITB menyampaikan, “Kegiatan ini sudah dilakukan dua kali. Pertama pada tahun 2024. Kebetulan tahun lalu juga di Pantai Karangsong, tetapi dengan jenis mangrove yang berbeda. Tahun lalu kami menanam 50 pohon Rhizopora. Tahun ini kami menanam 300 lebih Ceriop decandra.”

Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar