INFOTREN.ID - Wacana gencatan senjata selama 32 jam yang disepakati antara Rusia dan Ukraina dalam rangka perayaan Paskah Ortodoks kini bernasib suram. Kesepakatan yang seharusnya memberikan jeda kemanusiaan tersebut diklaim tidak bertahan lama.

Ukraina mengklaim bahwa Rusia telah melanggar kesepakatan damai tersebut pada waktu yang sangat singkat setelah gencatan senjata diberlakukan. Klaim ini muncul seiring dengan peringatan hari besar keagamaan bagi umat Ortodoks di kedua negara.

Menurut Komando militer Ukraina, pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Rusia sangat masif dan terjadi berulang kali. Tuduhan ini mengindikasikan rapuhnya upaya mencapai stabilitas meski ada kesepakatan di tingkat pucuk pimpinan.

"Komando militer Ukraina menuduh Rusia berulang kali melanggar gencatan senjata untuk memperingati Sabtu Paskah Ortodoks dengan hampir 470 insiden yang meliputi serangan udara dan serangan pesawat tak berawak hingga penembakan," demikian pernyataan resmi yang disampaikan.

Insiden yang dicatat oleh Kyiv mencakup berbagai jenis serangan, mulai dari serangan udara hingga penggunaan pesawat nirawak dan penembakan artileri. Jumlah insiden yang mencapai ratusan menjadi bukti nyata kegagalan implementasi gencatan senjata tersebut.

Kesepakatan ini sendiri bermula dari inisiatif yang diajukan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky beberapa waktu sebelumnya. Zelensky pertama kali mengajukan usulan ini lebih dari seminggu sebelum adanya keputusan final.

Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian memberikan perintah resmi untuk memberlakukan gencatan senjata tersebut pada hari Kamis lalu. Keputusan Putin ini merupakan respons setelah adanya usulan yang diajukan oleh Zelensky.

Kedua belah pihak, baik Moskow maupun Kyiv, sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk mematuhi periode penghentian permusuhan selama 32 jam tersebut. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya ketidakselarasan interpretasi atau niat.

Informasi mengenai pelanggaran ini pertama kali terungkap pada Minggu, 12 April 2026, dilansir AFP, yang mengutip keterangan dari pihak Ukraina mengenai perkembangan situasi di garis depan.