INFOTREN.ID - Serangan udara terbaru dari pihak Israel kembali mengguncang Jalur Gaza pada hari Senin, tepatnya tanggal 6 April waktu setempat. Kejadian ini sungguh ironis mengingat kesepakatan gencatan senjata masih secara resmi diberlakukan di wilayah tersebut.
Dampak dari gempuran mematikan tersebut mengakibatkan sedikitnya sepuluh orang dilaporkan meninggal dunia. Target serangan adalah area yang sangat sensitif, yakni berada di dekat sebuah sekolah di Jalur Gaza yang saat ini berfungsi sebagai tempat penampungan bagi para pengungsi Palestina.
Beberapa warga sipil lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat rentetan serangan udara yang terjadi mendadak tersebut. Peristiwa ini semakin memperburuk situasi gencatan senjata Gaza yang memang sudah dianggap rapuh.
Kesepakatan gencatan senjata yang kini terancam kegagalan tersebut diketahui mendapatkan dukungan penuh dari Amerika Serikat (AS). AS sendiri merupakan sekutu utama dan sangat dekat dengan Israel dalam berbagai isu regional.
Menurut keterangan yang diperoleh dari petugas medis dan warga lokal di Gaza, insiden ini didahului oleh ketegangan di lapangan. Mereka menyebutkan bahwa sebelum serangan udara Israel terjadi, bentrokan sempat pecah antara warga Palestina dengan anggota milisi tertentu.
Bentrokan fisik tersebut dikabarkan terjadi di wilayah sebelah timur kamp pengungsi Maghazi yang berlokasi di Jalur Gaza bagian tengah. Kondisi ini menunjukkan adanya eskalasi ketegangan sebelum serangan udara yang mematikan itu dilancarkan.
"Sebelum serangan Israel, bentrokan terjadi antara warga Palestina dengan para anggota milisi yang didukung Israel," ujar salah satu narasumber di lapangan.
Lebih lanjut, para petugas medis dan warga lokal Gaza menyampaikan informasi tersebut kepada media internasional. Informasi mengenai bentrokan ini didapatkan sebagaimana dilansir dari Reuters, pada hari Selasa tanggal 7 April 2026.
Pernyataan mengenai korban jiwa dan lokasi serangan diperkuat oleh kesaksian di lapangan. "Sedikitnya 10 orang tewas akibat gempuran terbaru Israel yang menghantam area di dekat sebuah sekolah di Jalur Gaza, yang kini menampung para pengungsi Palestina," kata salah satu petugas medis Gaza.