INFOTREN.ID - Sebuah insiden serius terjadi di kota pesisir Tyre, Lebanon, setelah wilayah tersebut menjadi sasaran serangan udara yang dilancarkan oleh Israel. Serangan ini menimbulkan kerusakan pada fasilitas medis vital di kawasan tersebut.

Dampak langsung dari gempuran tersebut mengakibatkan kerusakan pada Rumah Sakit Lebanon-Italia yang berada di dekat area sasaran utama serangan. Kementerian Kesehatan Lebanon segera memberikan pembaruan terkait korban jiwa akibat insiden ini.

Menurut keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan Lebanon, tercatat sebanyak 11 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat dampak dari serangan udara tersebut. Jumlah ini menambah catatan panjang dampak konflik yang terjadi.

Informasi mengenai kerusakan ini dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit, yang menyoroti dampak fisik langsung dari serangan yang terjadi di sekitar fasilitas mereka. Kerusakan ini mengancam operasional harian fasilitas kesehatan tersebut.

Insiden ini menarik perhatian media internasional, dan dilaporkan oleh kantor berita AFP pada hari Sabtu, 4 April 2026. Tanggal ini menjadi penanda waktu terjadinya kerusakan signifikan pada infrastruktur sipil tersebut.

Direktur Rumah Sakit Lebanon-Italia memberikan pernyataan tegas mengenai komitmen fasilitas tersebut untuk terus melayani masyarakat meskipun dalam kondisi rentan. Pernyataan ini disampaikan kepada media resmi negara.

Pernyataan penting disampaikan oleh direktur fasilitas medis tersebut kepada National News Agency (NNA), kantor berita resmi Lebanon. Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan akan tetap berjalan tanpa henti.

"Rumah sakit ini akan tetap buka untuk memberikan perawatan medis yang diperlukan," ujar Direktur Rumah Sakit Lebanon-Italia, menekankan dedikasi layanan kesehatan.

Manajemen fasilitas medis tersebut merinci tingkat kerusakan yang dialami akibat ledakan di area terdekat. Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan dua bangunan yang berada persis di sebelah rumah sakit.