INFOTREN.ID - Tragedi kemanusiaan kembali pecah di wilayah Gaza Utara setelah dua orang kontraktor sipil dilaporkan tewas akibat serangan peluru tajam. Para korban tersebut sedang menjalankan misi mulia untuk mendistribusikan air bersih bagi anak-anak yang terdampak konflik.

Insiden mematikan ini memicu gelombang kemarahan dari lembaga internasional yang menangani urusan anak-anak. Kematian para pekerja kemanusiaan ini menambah daftar panjang risiko yang harus dihadapi oleh para relawan di medan perang.

"Pihak kami merasa sangat geram atas insiden pembunuhan dua sopir truk kontraktor yang bertugas menyalurkan air bersih untuk warga di wilayah Jalur Gaza," kata UNICEF.

Pernyataan resmi tersebut dikeluarkan menanggapi situasi keamanan yang kian tidak menentu bagi para pekerja sipil. Informasi mengenai peristiwa berdarah ini pertama kali mencuat pada hari Minggu, 19 April 2026, sebagaimana dilansir dari AFP.

Menanggapi tuduhan tersebut, pihak militer Israel memberikan klarifikasi mengenai kronologi kejadian dari

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.