INFOTREN.ID - Konflik antara Republik Islam Iran dengan poros Amerika Serikat dan Israel dilaporkan semakin memanas di garis depan ketegangan regional. Situasi ini mencapai titik didih baru setelah adanya klaim penembakan jatuh aset udara penting milik kedua negara adidaya tersebut.
Peristiwa dramatis ini terjadi pada hari Jumat, 3 April, yang kemudian disebut oleh pihak Iran sebagai momen bersejarah yang kelam bagi kekuatan udara lawan. Jumlah kerugian yang diklaim Iran mencakup dua unit jet tempur canggih serta tiga unit pesawat nirawak (drone) yang beroperasi di wilayah udara yang dipersengketakan.
Dilansir dari detikcom, pada Minggu, 5 April 2026, total kerugian material tersebut diperinci lebih lanjut oleh sumber-sumber terkait di Teheran. Selain pesawat berawak dan tak berawak, Iran juga mengklaim berhasil menjatuhkan dua rudal jelajah yang diluncurkan dalam upaya penetrasi wilayah kedaulatan mereka.
Pernyataan resmi yang merinci keberhasilan operasi militer ini dirilis oleh Iran ke publik pada hari Sabtu, 4 April. Pengumuman ini menjadi penanda peningkatan signifikan dalam konfrontasi yang telah berlangsung lama antara Iran dan kekuatan Barat serta sekutunya di Timur Tengah.
Hubungan masyarakat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menjadi juru bicara utama dalam menyampaikan rincian operasi di hari Jumat tersebut. Mereka memberikan keterangan pers yang terperinci mengenai serangkaian pencegatan yang diklaim sukses dilakukan di berbagai zona strategis di dalam wilayah Iran.
"Total dua jet tempur dan tiga drone serta dua rudal jelajah yang jatuh ditembak Iran pada Jumat (3/4)," demikian rangkuman informasi yang terungkap, dilansir dari detikcom, Minggu (5/4/2026). Klaim ini secara langsung menyoroti kemampuan pertahanan udara Iran dalam menghadapi ancaman udara musuh.
Pihak IRGC secara eksplisit melabeli hari tersebut sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel sebagai bentuk sindiran keras atas kegagalan misi mereka. Hal ini disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Sabtu (4/4).
"Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu (4/4), hubungan masyarakat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merinci serangkaian pencegatan yang berhasil di beberapa provinsi Iran," sebagaimana dikutip dari sumber berita terkait. Ini menunjukkan bahwa klaim tersebut didukung oleh data operasional internal militer Iran.
Rincian yang diberikan oleh IRGC bertujuan untuk menunjukkan efektivitas sistem pertahanan udara mereka yang telah ditingkatkan secara signifikan dalam menghadapi agresi udara yang datang dari arah AS dan Israel. Eskalasi ini mengancam stabilitas kawasan secara keseluruhan.