INFOTREN.ID - Ketegangan di perbatasan utara Israel dengan Lebanon tampaknya menemukan titik jeda, menyusul intervensi langsung dari Washington. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan telah meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menahan laju serangan militer di wilayah Lebanon.

Permintaan penting ini disampaikan langsung oleh Trump kepada Netanyahu melalui sambungan telepon pribadi. Langkah ini mengindikasikan upaya diplomasi yang dilakukan oleh pemerintahan AS untuk mencegah meluasnya konflik regional yang lebih besar.

Trump mengonfirmasi adanya pembicaraan tersebut dalam sebuah wawancara eksklusif yang disiarkan oleh media Amerika. Percakapan tersebut berfokus pada perlunya de-eskalasi segera di area yang menjadi titik panas antara kedua negara tersebut.

Informasi mengenai percakapan penting ini pertama kali diungkapkan kepada publik pada hari Jumat, 10 April 2026. Detail mengenai isi pembicaraan tersebut kemudian diperkuat oleh pernyataan langsung dari Presiden Trump sendiri.

Lebih lanjut, Trump mengklaim bahwa pihak Israel telah merespons positif terhadap desakan yang ia sampaikan. Netanyahu dilaporkan menyanggupi permintaan Presiden AS untuk menarik kembali intensitas operasi militer mereka.

Dilansir dari NBC News, Trump secara tegas menyebutkan bahwa hasil dari komunikasinya dengan Netanyahu adalah kesepakatan untuk mengurangi eskalasi. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan yang masih dimiliki oleh Amerika Serikat terhadap kebijakan keamanan Israel.

Dalam pernyataannya, Trump memberikan penekanan pada kebutuhan untuk mendinginkan situasi yang sedang memanas. Ia mengatakan, "Saya sudah berbicara dengan Bibi dan dia akan bersikap tenang. Saya rasa kita harus sedikit lebih tenang," ujar Donald Trump.

Pengakuan ini sekaligus menjadi konfirmasi publik bahwa Israel memang tengah mengurangi operasi militer mereka di Lebanon, sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Gedung Putih. Langkah ini diharapkan membawa stabilitas sementara di kawasan tersebut.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.