INFOTREN.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran melancarkan serangkaian serangan rudal yang secara langsung menargetkan wilayah ibu kota Israel, Tel Aviv. Serangan balasan ini dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa di pihak Israel.

Otoritas Israel mengonfirmasi bahwa serangan tersebut mengakibatkan setidaknya satu orang meninggal dunia di area metropolitan Tel Aviv. Insiden ini menandai peningkatan signifikan dalam intensitas konflik yang kini telah memasuki bulan pertama.

Serangan yang dilancarkan oleh Teheran ini merupakan bagian dari operasi pembalasan yang berkelanjutan terhadap sasaran-sasaran di Israel. Eskalasi ini menambah panjang daftar ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Militer Israel memberikan keterangan resmi mengenai rangkaian serangan yang terjadi pada penghujung pekan tersebut. Mereka menyatakan telah mendeteksi sejumlah proyektil yang datang dari wilayah Iran.

"Kami telah mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju ke wilayah negara Israel," sebut militer Israel.

Keterangan tersebut merinci bahwa identifikasi rudal terjadi dalam setidaknya lima kali gelombang serangan terpisah. Serangan-serangan ini berlangsung selama periode lebih dari lima jam pada hari Jumat, 27 Maret waktu setempat.

Aktivitas serangan rudal yang masif ini secara otomatis memicu respons darurat di seluruh wilayah selatan dan tengah Israel. Sirene peringatan bahaya udara mulai meraung-raung sejak Jumat malam hingga dini hari Sabtu, 28 Maret.

Respons pertahanan udara Israel turut diaktifkan secara penuh untuk menghadapi ancaman yang datang. Sistem pertahanan canggih tersebut berupaya mencegat rudal-rudal yang masuk sebelum mencapai target vital mereka.

Sumber berita mengenai konfirmasi korban jiwa dan detail serangan ini didapatkan, dilansir dari AFP, pada hari Sabtu, 28 Maret 2026.