INFOTREN.ID - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman yang semakin keras. Eskalasi retorika ini terjadi seiring dengan mendekatnya batas waktu ultimatum yang diberikan terkait upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Ancaman terbaru yang dilontarkan oleh Trump kini secara spesifik mencakup kemungkinan pengeboman terhadap infrastruktur vital Iran. Target yang disebutkan dalam ancaman tersebut termasuk pembangkit listrik serta jembatan-jembatan strategis di wilayah negara tersebut.

Menanggapi perkembangan dramatis ini, otoritas Iran dilaporkan segera mengambil langkah responsif untuk menunjukkan perlawanan sipil. Mereka menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam aksi solidaritas yang bersifat simbolis.

Aksi yang diinisiasi tersebut adalah pembentukan perisai "rantai manusia" di sekitar fasilitas-fasilitas energi negara. Langkah ini dimaksudkan sebagai bentuk perlawanan damai terhadap potensi agresi militer dari pihak luar.

Informasi mengenai seruan ini didapatkan dari berbagai sumber berita internasional, di mana salah satu pemberitaannya disebutkan "dilansir dari NDTV, Selasa (7/4/2026)". Tanggal tersebut menandai hari ketika respons sipil ini mulai digerakkan.

Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran menjadi motor penggerak utama di balik inisiatif mobilisasi publik ini. Kementerian tersebut secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat muda Iran.

Imbauan tersebut secara khusus ditujukan kepada kelompok-kelompok strategis seperti para atlet, seniman, serta mahasiswa yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Mereka diminta untuk segera berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Waktu berkumpul yang ditetapkan untuk memulai pembentukan rantai manusia simbolis ini adalah pada hari Selasa (7/4) siang. Aksi direncanakan dimulai tepat pada pukul 14.00 waktu setempat di lokasi-lokasi yang telah ditentukan.

"Otoritas Iran, seperti dilansir NDTV, Selasa (7/4/2026), dilaporkan menyerukan kepada kaum muda Iran untuk secara simbolis membentuk perisai 'rantai manusia' di sekitar pembangkit listrik utama di negara Syiah tersebut," demikian narasi awal mengenai respons Iran.