INFOTREN.ID - Korea Utara kembali menunjukkan aksi provokatifnya dengan meluncurkan sekitar sepuluh rudal balistik tak dikenal menuju Laut Jepang pada hari Sabtu, 14 Maret. Tindakan ini sontak meningkatkan tensi di Semenanjung Korea menjelang potensi dialog tingkat tinggi.
Peluncuran masif ini terjadi hanya beberapa hari setelah rezim Pyongyang mengeluarkan ancaman keras mengenai latihan militer tahunan yang sedang berlangsung antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Latihan tersebut dianggap sebagai persiapan invasi oleh Korea Utara.
Militer Korea Selatan mengonfirmasi deteksi peluncuran tersebut dari wilayah Sunan, Korea Utara, pada siang hari waktu setempat. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) dalam sebuah pernyataan resmi.
"Militer Seoul mendeteksi sekitar sepuluh rudal balistik tak dikenal yang diluncurkan dari wilayah Sunan di Korea Utara menuju Laut Timur sekitar pukul 13.20 waktu setempat (04.20 GMT)," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Pertahanan Jepang turut membenarkan adanya insiden tersebut melalui akun resmi mereka di platform media sosial X. Mereka menyatakan bahwa objek yang diluncurkan kemungkinan besar adalah rudal balistik.
"Apa yang kemungkinan merupakan rudal balistik telah diluncurkan dari Korea Utara," tulis kementerian itu, dilansir dari akun X resminya.
Ironisnya, peluncuran rudal ini terjadi hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Min-seok, menyampaikan optimisme mengenai prospek pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Kim Min-seok mengungkapkan bahwa Presiden Trump menilai pertemuan dengan Kim Jong Un akan menjadi "hal yang baik," dan pertemuan tersebut berpotensi terwujud selama kunjungan Trump ke Beijing pada akhir Maret mendatang.
Amerika Serikat telah lama memimpin upaya internasional untuk menghentikan program nuklir Korea Utara, namun berbagai upaya seperti pertemuan puncak dan sanksi dinilai belum memberikan dampak signifikan hingga saat ini.

