INFOTREN.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia kembali memanas setelah Republik Islam Iran melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Iran menyoroti potensi konsekuensi serius yang dapat ditimbulkan dari setiap tindakan provokatif Washington di perairan strategis Selat Hormuz.
Peringatan tersebut secara khusus ditujukan atas langkah-langkah yang dianggap "sembrono" oleh pihak Amerika Serikat. Iran menilai bahwa manuver semacam itu tidak hanya mengancam stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi membahayakan keamanan internasional secara luas.
Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam sebuah komunikasi diplomatik penting. Hal ini menggarisbawahi kekhawatiran mendalam Teheran terhadap peningkatan aktivitas militer AS di area maritim krusial tersebut.
"Dia menekankan bahwa langkah-langkah 'sembrono' itu membahayakan perdamaian dan keamanan tidak hanya di kawasan itu, tapi juga di seluruh dunia," demikian pernyataan yang disampaikan oleh Abbas Araghchi.
Informasi mengenai peringatan keras ini dikonfirmasi oleh media Iran, Press TV, pada hari Selasa, 14 April 2026. Peringatan ini muncul setelah adanya serangkaian peningkatan ketegangan antara kedua negara.
Secara spesifik, peringatan keras tersebut disampaikan Araghchi dalam percakapan telepon yang ia lakukan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. Komunikasi antara kedua diplomat tersebut terjadi pada hari Senin, 13 April 2026.
"Araghchi mengeluarkan peringatan keras tentang konsekuensi provokasi AS," dilansir dari Press TV, Selasa (14/4/2026), merujuk pada percakapan tersebut.
Peringatan ini menjadi respons langsung menyusul ancaman yang sebelumnya dilontarkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Ancaman tersebut berkaitan dengan kemungkinan pemberlakuan blokade angkatan laut terhadap Iran sebagai bagian dari tekanan maksimal.
Sebagai tindak lanjut dari ancaman tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan dimulainya implementasi blokade maritim. Blokade ini diklaim mulai berlaku di Laut Oman dan Laut Arab, tepat di sebelah timur Selat Hormuz.