INFOTREN.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah adanya laporan resmi dari pihak militer Iran mengenai insiden penembakan aset udara Amerika Serikat. Insiden ini terjadi di wilayah udara kota bersejarah Isfahan.

Komando militer gabungan Iran mengklaim telah berhasil menjatuhkan tiga pesawat militer milik Amerika Serikat dalam sebuah operasi udara yang signifikan. Tiga aset tersebut terdiri dari satu pesawat angkut militer jenis C-130 dan dua unit helikopter serbu Black Hawk.

Jet tempur AS sebelumnya dilaporkan telah ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran di wilayah yang sama. Serangan terbaru ini diduga merupakan respons langsung terhadap upaya pemulihan pilot jet tempur yang jatuh tersebut.

Menurut keterangan resmi dari komando pusat militer Iran, pesawat-pesawat musuh tersebut terdeteksi memasuki wilayah udara selatan Isfahan. Tindakan tegas pun segera diambil oleh sistem pertahanan udara negara tersebut.

"Pesawat musuh yang masuk ke wilayah Isfahan selatan, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130, telah dihantam dan sekarang terbakar," kata komando pusat militer, Khatam Al-Anbiya, dilansir AFP, Minggu (5/4/2026).

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Khatam Al-Anbiya tersebut mengindikasikan bahwa operasi udara yang dilakukan oleh AS di wilayah tersebut telah gagal total dan berujung pada kerugian materiil besar.

Lebih lanjut, komando militer Iran juga memberikan konfirmasi mengenai hasil dari operasi penyelamatan yang coba dilakukan oleh pihak Amerika Serikat. Hasilnya dilaporkan tidak sesuai harapan Washington.

"Ditambahkan keterangan tersebut, bahwa operasi penyelamatan telah 'gagal'," demikian keterangan yang dipublikasikan oleh sumber resmi militer Iran.

Insiden ini menandai peningkatan signifikan dalam konfrontasi langsung antara Iran dan Amerika Serikat di udara, khususnya di sekitar wilayah strategis Isfahan. Tanggal kejadian ini tercatat pada Minggu, 5 April 2026.