INFOTREN.ID - Dua kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah memasuki perairan Selat Hormuz untuk memulai operasi pembersihan ranjau. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran atas keamanan jalur pelayaran vital tersebut.

Operasi militer AS ini diklaim bertujuan membersihkan ranjau laut yang diduga telah dipasang oleh pihak Iran di perairan strategis tersebut. Misi ini menandai intervensi langsung pertama sejak pecahnya konflik militer antara AS dan Iran.

Tindakan AS ini segera memicu reaksi keras dari Garda Revolusi Iran. Mereka mengeluarkan peringatan tegas bahwa setiap kapal militer yang melintasi jalur air krusial tersebut akan mendapat balasan yang sangat keras.

Pengumuman mengenai dimulainya transit dan operasi pembersihan ranjau ini disampaikan tak lama setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan publik mengenai inisiatif tersebut. Momen ini sangat sensitif mengingat Hormuz adalah jalur yang dilalui oleh seperlima total minyak mentah dunia.

"Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini dengan industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas," ujar komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi fokus AS dalam memastikan kelancaran kembali lalu lintas maritim internasional yang sempat terganggu oleh ketegangan regional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Amerika untuk menstabilkan suplai energi global.

Informasi mengenai dimulainya operasi di Selat Hormuz ini disampaikan pada hari Minggu, 12 April 2026, dilansir dari AFP. Keberanian AS menantang potensi ancaman Iran menunjukkan keseriusan Washington dalam menjaga kebebasan navigasi.

Ancaman Garda Revolusi Iran menunjukkan betapa rentannya situasi keamanan di salah satu titik suplai energi terpenting dunia tersebut. Dunia internasional kini menahan napas menyaksikan potensi konfrontasi lanjutan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.