Infotren Sumut, Tapteng – Seorang pria berinisial RP (53) warga Dusun III, Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi korban penganiayaan karena di picu isu santet, pada Selasa (23/05//25), sekitar pukul 05.00 WIB.

Kepada wartawan, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kapolres Barus Iptu Mulia Riadi membenarkan insiden tersebut.

"Menurut keterangan saksi, rumah korban awalnya dilempari batu lebih dari 20 kali sebelum sekelompok orang yang menggunakan penutup wajah melakukan penganiayaan," kata Iptu Mulia Riadi.

Kemudian disaat korban membuka pintu, secara paksa langsung diseret dan di aniaya oleh sekelompok orang tersebut.

"Sampai di halaman belakang rumahnya kemudian korban dipukuli menggunakan kayu dan diseret lagi ke area persawahan di belakang rumahnya, di mana lebih dari 20 orang terus memukuli dan melempari korban dengan batu hingga tewas," ujar Iptu Mulia.

iklan sidebar-1

Lalu Polisi yang menerima informasi penganiayaan terhadap korban segera mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka lebam dan berdarah di beberapa bagian tubuh.

Sejumlah barang bukti pun berhasil diamankan petugas. Diantaranya lima buah batu, dua potong bambu, seutas tali, dan beberapa pakaian korban.

Untuk mengusut insiden itu pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk di autopsi. Namun, keluarga korban menolak autopsi dan hanya mengizinkan visum. Untuk itu, tim Polsek Barus berkoordinasi dengan Puskesmas Barus untuk melakukan visum.

Lebih lanjut Kapolsek memaparkan dari hasil pemeriksaan terhadap anak korban sebagai saksi kunci, Polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap satu orang terduga pelaku AWS (25), warga Dusun III, Desa Bungo Tanjung.