INFOTREN.ID - Ketegangan militer di perbatasan Israel-Lebanon kembali memuncak setelah serangan udara terbaru menghantam wilayah selatan Beirut. Tindakan militer ini menandai kelanjutan eskalasi konflik yang sudah berlangsung sejak awal Maret.
Sasaran utama serangan kali ini terfokus pada area pinggiran selatan ibu kota Lebanon tersebut. Serangan tersebut dilaporkan memicu serangkaian ledakan besar yang terdengar hingga kejauhan.
Menurut informasi yang dihimpun, rentetan ledakan tersebut terdengar pada pagi hari waktu setempat oleh warga sekitar. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden serupa yang menimpa Lebanon belakangan ini.
Seorang koresponden dari kantor berita AFP mengonfirmasi adanya suara ledakan yang berasal dari area yang diyakini merupakan benteng pertahanan Hizbullah. Kelompok ini memang telah berulang kali menjadi target serangan Israel semenjak perang dimulai pada 2 Maret.
"Media Lebanon melaporkan ledakan terdengar pagi ini waktu setempat," keterangan ini didapatkan dari sumber berita internasional yang memantau situasi di lapangan.
Selain suara ledakan, dampak visual dari serangan tersebut juga terekam jelas oleh media. Rekaman dari AFPTV memperlihatkan gumpalan asap tebal yang mengepul tinggi dari lokasi serangan di area tersebut.
"Rekaman AFPTV menunjukkan asap mengepul dari area tersebut setelah serangan itu," demikian catatan yang diberikan oleh koresponden di lokasi kejadian.
Israel diketahui sebelumnya telah mengeluarkan peringatan evakuasi skala besar untuk wilayah yang kini kembali diserang tersebut. Namun, untuk serangan spesifik pada hari ini, tidak ada peringatan khusus yang disampaikan sebelum serangan terjadi.
Insiden ini terjadi pada hari Jumat tanggal 27 Maret 2026, seperti yang dikonfirmasi oleh berbagai sumber media saat itu.