INFOTREN.ID - Amerika Serikat (AS) bersama Israel dikabarkan memiliki rencana tersembunyi untuk melenyapkan sejumlah pejabat tinggi di Republik Islam Iran. Rencana yang bocor ini sontak memicu reaksi diplomatik yang cepat dan tegas dari pihak Teheran.

Di antara nama-nama yang disebut berada dalam daftar target tersebut adalah tokoh-tokoh penting dalam struktur pemerintahan Iran. Hal ini mencakup Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, serta Menteri Luar Negeri mereka.

Nama penting lainnya yang terungkap dalam rencana tersebut adalah Menteri Luar Negeri Iran, yang disebut sebagai Abbas Araghchi. Informasi ini mengindikasikan adanya eskalasi ketegangan yang serius antara Iran dengan kedua negara tersebut.

Menanggapi dugaan rencana pembunuhan ini, Iran tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah diplomatik formal. Iran secara resmi melayangkan surat protes kepada badan internasional tertinggi.

Surat keberatan tersebut ditujukan langsung kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Selain itu, protes juga dikirimkan kepada Presiden Dewan Keamanan PBB untuk mendapatkan perhatian mendesak.

Pembongkaran rencana sensitif ini pertama kali diungkapkan melalui laporan mendalam oleh media terkemuka Amerika, Wall Street Journal (WSJ). Laporan ini menjadi sumber utama informasi mengenai dugaan plot tersebut.

"Dalam laporan itu disebutkan nama kedua petinggi Iran tersebut telah dihapus sementara dari daftar pejabat yang ingin dilenyapkan oleh Israel," dilansir dari WSJ. Informasi ini mengindikasikan adanya perubahan dinamika politik antarnegara.

Penghapusan sementara dari daftar target tersebut, sebagaimana dikutip dari WSJ, terjadi seiring dengan upaya AS dan Iran untuk menjajaki kemungkinan dimulainya perundingan damai. Hal ini menunjukkan adanya korelasi antara ancaman dan negosiasi.

Perkembangan ini menyoroti betapa tipisnya batas antara diplomasi tingkat tinggi dan potensi konflik militer di kawasan tersebut. Iran kini menantikan respons resmi dari PBB atas surat protes yang telah mereka layangkan.