INFOTREN.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Laut Merah kembali mencapai titik didih menyusul peringatan keras yang dikeluarkan oleh otoritas Houthi di Yaman. Kelompok ini memberikan sinyalemen kuat bahwa mereka siap mengambil langkah ekstrem yang dapat melumpuhkan jalur perdagangan maritim dunia.

Pemerintah Houthi secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk melakukan tindakan drastis di wilayah perairan strategis mereka. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dinilai terus menghambat stabilitas di kawasan tersebut.

Hussein al-Ezzi, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pemerintah Houthi, memberikan peringatan bahwa pihaknya akan menutup akses Selat Bab al-Mandeb. Ancaman penutupan jalur vital di lepas pantai Yaman ini ditujukan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Informasi mengenai eskalasi ancaman di jalur pelayaran internasional ini pertama kali mencuat ke publik pada hari Minggu (19/4/2026). Kabar mengenai gertakan politik tersebut dilansir dari Al Jazeera yang memantau perkembangan situasi di Sanaa.

"Jika Sanaa memutuskan untuk menutup Bab al-Mandeb, maka seluruh umat manusia dan jin akan benar-benar tidak berdaya untuk membukanya," tulis Hussein al-Ezzi dalam sebuah pernyataan resmi melalui platform media sosial X.

Pernyataan tersebut mencerminkan posisi tawar Houthi yang semakin berani dalam mengontrol salah satu titik transit minyak dan komoditas global paling penting. Penutupan selat ini diyakini akan memberikan dampak sistemik terhadap rantai pasok energi dan ekonomi di seluruh belahan dunia.

"Oleh karena itu, yang terbaik bagi Trump dan dunia yang terlibat adalah segera mengakhiri semua praktik dan kebijakan yang menghalangi perdamaian, dan menunjukkan rasa hormat yang diperlukan untuk hak-hak rakyat dan bangsa kita," sambung Hussein al-Ezzi dalam keterangannya.

Houthi menuntut agar pemerintahan Trump segera mengubah pendekatan diplomasi mereka dan berhenti melakukan intervensi yang merugikan proses perdamaian. Bagi mereka, penghormatan terhadap kedaulatan Yaman adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar lagi oleh pihak manapun.

Secara analitik, ancaman ini merupakan upaya Houthi untuk menggunakan posisi geografis mereka sebagai senjata politik dalam meja perundingan internasional. Jika Trump tetap pada kebijakan konfrontatifnya, stabilitas keamanan maritim di Selat Bab al-Mandeb dipastikan akan berada dalam bahaya besar.