INFOTREN.ID - Sebuah aktivitas tektonik signifikan terekam di wilayah Sumatera pada Selasa dini hari, yang berpusat di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Kejadian ini merupakan gempa bumi yang berhasil dideteksi secara akurat oleh lembaga seismologi nasional Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi sumber resmi yang merilis data mengenai kekuatan getaran yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Kekuatan guncangan ini menjadi fokus utama dalam pembaruan situasi kebencanaan terkini di wilayah tersebut.

Gempa yang tercatat memiliki kekuatan sebesar Magnitudo 4,9 pada skala pengukuran yang digunakan oleh BMKG. Magnitudo ini mengindikasikan tingkat energi yang dilepaskan saat peristiwa seismik berlangsung di kedalaman bumi.

Peristiwa gempa bumi ini terjadi pada waktu yang sangat dini, yaitu tepatnya pukul 01.03 WIB (Waktu Indonesia bagian Barat). Waktu kejadian ini menunjukkan bahwa potensi aktivitas tektonik dapat terjadi kapan saja, bahkan saat mayoritas warga sedang dalam kondisi istirahat.

Dilansir dari HOTNEWS.ID, peristiwa geologis ini secara spesifik terjadi di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Informasi lokasi ini krusial untuk pemetaan zona rawan gempa di wilayah Sumatera bagian barat.

BMKG secara rinci mencatat bahwa gempa tersebut memiliki kedalaman hiposenter tertentu yang akan menjadi dasar analisis lebih lanjut mengenai sumber dan mekanisme patahan yang terlibat. Informasi mengenai kedalaman ini penting untuk mitigasi risiko jangka panjang.

"Sebuah peristiwa geologis tercatat terjadi di wilayah Sumatera, tepatnya Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, pada Selasa dini hari," demikian informasi awal yang disampaikan oleh sumber berita mengenai kejadian tersebut.

Lebih lanjut, mengenai kekuatan guncangan, BMKG mengonfirmasi bahwa "Gempa yang terjadi memiliki kekuatan sebesar Magnitudo 4,9 pada skala pengukuran yang digunakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," seperti dikutip dari HOTNEWS.ID.

Detail waktu kejadian juga ditekankan, "Peristiwa gempa ini terjadi pada waktu yang cukup dini, yaitu tepatnya pada pukul 01.03 WIB (Waktu Indonesia bagian Barat) hari Selasa, tanggal 23 Juni 2026," menurut catatan yang dibagikan.