INFOTREN.ID - Memasuki tahun ajaran baru 2026, khususnya pada jenjang pendidikan dasar, banyak anak menunjukkan kecemasan menjelang hari pertama sekolah. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momen krusial yang kerap memicu rasa khawatir pada siswa baru.
Kondisi ini menjadi perhatian utama bagi para orang tua yang ingin memastikan transisi anak mereka ke lingkungan sekolah berjalan lancar. Peran aktif orang tua sangat dibutuhkan untuk membekali anak dengan rasa percaya diri dan kemandirian.
MPLS 2026 dijadwalkan akan dimulai pada tanggal yang telah ditetapkan oleh kementerian terkait, menandai dimulainya babak baru dalam perjalanan pendidikan para siswa. Momen ini bukan hanya tentang pengenalan sekolah, tetapi juga adaptasi sosial dan emosional.
Mengapa kecemasan ini begitu umum terjadi pada anak-anak? Psikolog anak, Dr. Anya Lestari, menjelaskan bahwa ketakutan akan hal baru, perpisahan dengan orang tua, dan ketidakpastian lingkungan baru menjadi faktor utama.
"Anak-anak secara alami merasa cemas ketika dihadapkan pada situasi yang belum pernah mereka alami sebelumnya," jelas Dr. Anya Lestari. Ia menambahkan bahwa sekolah adalah lingkungan sosial yang sangat berbeda dari rumah.
Para orang tua disarankan untuk melakukan persiapan matang sebelum hari H. Salah satu langkah penting adalah membicarakan sekolah secara positif dan antusias kepada anak.
"Perbincangan positif tentang sekolah dapat membentuk persepsi anak menjadi lebih baik dan mengurangi rasa takut," ujar Dr. Anya Lestari. Ia menekankan pentingnya narasi yang membangun semangat.
Selain itu, simulasi sederhana di rumah bisa membantu. Orang tua dapat mengajak anak bermain peran seolah-olah mereka sedang berada di sekolah, termasuk berinteraksi dengan teman sebaya dan guru.
Strategi lain yang direkomendasikan adalah mengajarkan anak keterampilan dasar seperti mengikat tali sepatu atau membuka bekal makan mereka sendiri. Kemandirian ini akan meningkatkan rasa percaya diri anak.