JAKARTA.INFOTREN.ID- MBG kembali memakan korban. Kasus keracunan MBG kali ini terjadi di Jakarta Timur. Disebutkan ada empat sekolah yang siswanya muntah dan diare pasca menyantap menu MBG dari dapur yang sama.

Adapun keracunan massal yang dialami oleh 60 siswa dari empat sekolah ini terjadi di wilayah Jakarta Timur. Disebutkan ada 60 siswa yang mengalami keracunan hebat.

Gejala yang dialami oleh para siswa itu mengalami muntah secara terus menerus, bahkan ada yang sampai buang air besar terus-menerus yang menyebabkan mereka mengalami dehidrasi.

Sebanyak 60 orang dilaporkan mengalami gejala sakit perut, mual, dan diare usai mengonsumsi menu spaghetti bolognese dan bola daging.

Dugaan sementara yang menyebabkan keracunan massal ini penyebab keracunan adalah makanan yang dikonsumsi sudah tidak dalam kondisi segar akibat jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan waktu konsumsi.

Mengomentari keracunan massal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan pangan dalam program MBG Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dalam hal ini, BGN berkomitmen penuh untuk menanggung seluruh biaya pengobatan para korban dan memastikan penanganan medis terbaik hingga kondisi mereka benar-benar pulih.

Sebagai bentuk tindakan lanjut dari kejadian ini, BGN mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional (suspend) SPPG Pondok Kelapa untuk waktu yang tidak terbatas.

Rupanya keputusan ini diambil setelah hasil investigasi menunjukkan bahwa kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dinilai masih belum memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan.