INFOTREN.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melaporkan pencapaian signifikan dalam penyaluran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel sepanjang tahun 2025. Sebagai Mitra Distribusi resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, BCA memfasilitasi penjualan empat seri SBSN di pasar perdana.

Nilai total transaksi yang berhasil difasilitasi oleh BCA melampaui angka fantastis, yaitu menembus lebih dari Rp20 triliun selama periode tersebut. Pencapaian ini menunjukkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap instrumen investasi berbasis syariah yang ditawarkan pemerintah.

Selain volume transaksi yang melonjak, BCA juga mencatat pertumbuhan signifikan pada basis investor yang bertransaksi melalui layanan mereka. Hingga penghujung Desember 2025, jumlah investor yang aktif tercatat meningkat lebih dari 19 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya secara tahunan (year on year).

Dessy Nathalia, Senior Vice President Wealth Management BCA, menyoroti bahwa kenaikan ini merefleksikan antusiasme masyarakat yang semakin besar terhadap instrumen investasi negara. Instrumen ini dikenal karena tingkat keamanannya yang tinggi serta kemudahan aksesibilitasnya bagi berbagai kalangan.

"SBSN merupakan instrumen investasi yang aman, memberikan passive income, serta mudah dijangkau sehingga dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan investasi yang sehat,” ujar Dessy Nathalia dalam keterangan resminya pada Selasa (17/3/2026).

BCA secara proaktif terus berupaya memperluas jangkauan akses investasi bagi nasabahnya dengan memanfaatkan ekosistem layanan digital dan jaringan kantor cabang yang luas. Pemesanan SBSN ritel di pasar perdana kini dapat dilakukan melalui fitur investasi yang tersedia di aplikasi myBCA maupun platform KlikBCA Individu.

Untuk transaksi di pasar sekunder, nasabah memiliki opsi serupa melalui fitur investasi di aplikasi myBCA, atau dapat mendatangi langsung kantor cabang BCA yang melayani transaksi obligasi. Hal ini menunjukkan komitmen bank dalam menyediakan berbagai kanal transaksi yang fleksibel.

Melalui beragam kanal distribusi yang disediakan, BCA menargetkan terciptanya pengalaman investasi yang praktis, aman, dan semakin inklusif bagi seluruh segmen nasabah. Menurut Dessy, peningkatan partisipasi publik dalam instrumen SBSN ini juga berkontribusi penting dalam menguatkan ketahanan ekonomi nasional secara keseluruhan.

"Ke depan, BCA akan terus memperkuat literasi keuangan serta memastikan layanan investasi semakin inklusif bagi masyarakat,” kata Dessy Nathalia menegaskan komitmen jangka panjang bank.