INFOTREN.ID - Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, di bawah naungan Kementerian Pertanian, telah mengambil langkah strategis dengan memperluas akses kompetensi bagi para pelaku sektor peternakan. Langkah ini diwujudkan melalui sertifikasi terhadap 38 skema kompetensi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada awal tahun 2026.
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) peternakan yang memiliki keandalan tinggi, mencakup seluruh rantai produksi dari hulu hingga hilir. Upaya ini sangat krusial dalam rangka menyukseskan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan mengakselerasi pencapaian target swasembada pangan nasional.
Standardisasi keahlian bagi seluruh pelaku di sektor peternakan diyakini menjadi fondasi penting untuk menjamin ketersediaan pangan hewani dalam jumlah masif dan yang terpenting, aman dikonsumsi. Untuk meningkatkan populasi ternak lokal sekaligus menjaga kualitas produk di tingkat hilir, proses penyiapan tenaga profesional dilakukan dengan pengujian ketat di berbagai sektor keahlian.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menjelaskan fokus pelatihan yang mencakup berbagai jenjang. "Di sektor hulu, kami menyiapkan paramedik veteriner, tenaga inseminator profesional, petugas pemeriksaan kebuntingan, hingga tata kelola manajemen reproduksi ternak untuk mendongkrak populasi ternak lokal," jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pengujian di sektor hilir juga menjadi prioritas dalam program sertifikasi ini. "Sementara di hilir, kami menguji operator rumah potong unggas, Juru Sembelih Halal (Juleha), butcher, hingga pengawas kesehatan daging," ujar Inneke Kusumawaty, Kepala BBPKH Cinagara.
Komitmen terhadap jaminan keamanan pangan dibuktikan melalui perolehan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dari Otoritas Veteriner yang resmi dikantongi pada bulan April 2026. Sertifikasi NKV ini telah resmi diterapkan pada tiga unit fasilitas teaching farm milik BBPKH Cinagara, yaitu Unit Budidaya Ternak Perah, Unit Pengolahan Susu, serta Unit Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).
Inneke Kusumawaty menekankan pentingnya fasilitas berstandar tinggi ini bagi para peserta pelatihan. "Sertifikasi NKV ini menjadi bukti sah bahwa seluruh proses operasional kami memenuhi persyaratan higiene, sanitasi, dan biosekuriti ketat. Melalui fasilitas berstandar tinggi ini, para peserta pelatihan dapat menyerap budaya kerja industri modern sebelum diterjunkan langsung ke masyarakat," jelas Inneke Kusumawaty, Kepala BBPKH Cinagara.
Para lulusan dari program pelatihan ini dipersiapkan untuk mengisi posisi strategis, termasuk sebagai asisten pengawas Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dan pengawas mutu pangan. Mereka akan bertugas mengawal lonjakan permintaan komoditas daging, susu, dan telur di 38 provinsi, khususnya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dengan kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Keterlibatan SDM yang telah tersertifikasi ini dinilai sangat vital dalam upaya pencegahan risiko kontaminasi pangan, sekaligus memastikan bahwa asupan nutrisi anak-anak Indonesia optimal untuk upaya penghapusan stunting. "Keterlibatan SDM tersertifikasi ini sangat krusial untuk meminimalkan risiko kontaminasi pangan, sekaligus memastikan anak-anak Indonesia menerima asupan nutrisi optimal demi menghapus stunting," tambah Inneke Kusumawaty, Kepala BBPKH Cinagara.