INFOTREN.ID – Manajemen Hotel Bidakara menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi, tidak hanya melalui pembaruan fasilitas fisik, tetapi juga melalui penguatan kualitas layanan dan pengembangan pengalaman tamu. 

Hal itu ditegaskan General Manager Hotel Bidakara Jakarta, Wisnu Reza saat melakukan audiensi dengan para jurnalis yang tergabung dalam Sindikasi Media Nusantara (SMN).

Dalam pertemuan di Hotel Bidakara di kawasan Jakarta Selatan, Selasa, 10 Februari 2026, Wisnu Reza membahas strategi inovasi layanan, transformasi hotel, serta adaptasi industri perhotelan terhadap perubahan perilaku tamu dan persaingan pasar yang semakin dinamis.

Wisnu Reza menjelaskan, dari sisi kuliner, Hotel Bidakara secara berkala melakukan kurasi menu. Meski kualitas makanan dinilai telah berada di atas rata-rata hotel bintang empat, evaluasi tetap dilakukan terhadap menu yang kurang diminati untuk digantikan dengan pilihan yang lebih relevan.

Pengalaman Ramadan tahun lalu menunjukkan pergeseran selera tamu. Jika sebelumnya menu berbuka didominasi gorengan dan hidangan tradisional, kini sushi justru menjadi menu favorit. 

Antrean panjang di counter sushi menjadi indikator kuat perubahan preferensi, terutama karena tampilan menu yang menarik dan fotogenik untuk konten media sosial.


Hotel Bidakara tegaskan komitmen untuk terus beradaptasi, melalui pembaruan fasilitas fisik, kualitas layanan dan pengembangan pengalaman tamu. foto: SMN

“Selain itu, pola kedatangan tamu juga berubah. Sebelum waktu berbuka, sekitar pukul 17.48 WIB, meja restoran sudah penuh. Ini menunjukkan tamu datang lebih awal, tidak hanya untuk berbuka, tetapi juga mencari suasana,” ungkap Wisnu Reza. Menyikapi hal tersebut, hotel menyesuaikan jam operasional dan kesiapan area layanan.

Tahun ini terasa makin Istimewa karena Hotel Bidakara Jakarta genap berusia 28 tahun pada 28 Februari, bertepatan dengan bulan Ramadan. Momen tersebut akan dirangkaikan dengan kegiatan sosial berupa santunan dan buka puasa bersama anak yatim, bekerja sama dengan sejumlah yayasan.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan sosial akan dimulai sejak siang hari. Anak-anak diajak mengikuti permainan tradisional, hotel tour, aktivitas memasak bersama chef, hingga menikmati fasilitas hotel seperti kolam renang. Ke depan, program ini direncanakan berkembang menjadi pengalaman menginap tematik, seperti pesantren kilat.